Istri Kerja, Suami Perkosa Anak Tiri 11 Tahun Usai Nonton Bokep

kasus pemerkosaan

Kejahatan seksual terhadap anak terus bermunculan ke permukaan. Belum selesai kasus Yuyun, kini muncul lagi satu kasus pencabulan di Cirebon, Jawa Barat. Parahnya, pelaku pencabulan adalah ayah tiri korban. Ayah tiri berinisial UN (45) tega menggauli anak tirinya yang kini baru berumur 11 tahun berinisial NR yang kini duduk di kelas V SD. Pelaku melakukan pencabulan sejak istrinya pergi kerja sebagai TKW ke Vietnam.

Setahun terakhir, korban dan pelaku tinggal satu rumah. Di rumah mereka, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya. Perbuatan itu bahkan dilakukan beberapa kali. Pelaku biasanya memperkosa saat korban tidur dan usai mandi. Kasusnya sudah dilaporkan ke unit PPA Polres Cirebon Kabupaten. Namun, polisi belum menangkap pelaku yang masih buron.

Baca:   5 Negara Dengan Tingkat Pemerkosaan Paling Tinggi di Dunia

Dilansir Radar Cirebon, tindakan bejat ayah tiri tersebut terbongkar seekitar April lalu. Awalnya, korban bercerita kepada salah satu tetangga dan teman-teman sekolahnya. Korban menceritakan jika ia sering merasa kesakitan di bagian tubuh tertentu. Saat didesak, bocah polos itu menceritakan kejadian bejad ayah tirinya. “Saya dapat laporan dari tetangga,” kata paman korban, MK ditemui pada Jumat (20/5/2016).

Baca:   Ahok Tantang Menko Rizal Tunjukkan Surat Putusan Penghentian Reklamasi

MK yang geram, akhirnya didampingi aparat desa melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Cirebon pada tangal 23 April 2016. Sayangnya tidak ada tindak lanjut dari polisi sampai pelaku kabur. “Awalnya saya tidak mengetahui kejadian ini, karena saya dan keponakan tidak satu rumah. Keponakan saya tinggal bersama ayah tirinya. Begitu mendengar dari tetangga, saya langsung lapor ke Polres Cirebon. Ya sampai sekarang belum ada perkembangan,” sesal MK.

Baca:   Parah! Guru SMK Perkosa Siswi di Ruang OSIS Hingga 'Anunya' Berdarah

Dalam aksinya, pelaku selalau mengancam akan memukul korban jika melapor ke orang lain. Terutama lapor ke keluarga. Karena ancaman itu, korban tidak berani. “Keponakan saya tidak beranai berbicara dan melaporkan perbuatan ayah tirinya ini ke kami atau ke ibu kandungnya lantaran takut dipukul oleh pelaku. Sehingga korban ini lebih memilih untuk bercerita ke teman-teman sekolahnya,” katanya.

loading...