Isu soal makan mi instan bisa sebabkan usus bolong ternyata Hoax

Makan-mi-instan

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa makan mi instan bisa merusak kesehatan. Salah satunya mengenai cerita bocah Hilal di Garut, Jawa Barat yang ususunya harus dipotong karena lengket satu sama lain dan bocor akibat kebanyakan makan mi instan. Menurut ibundanya, Erna, sejak 6 tahun Hilal sudah senang makan mi instan. Bahkan dalam sehari ia bisa menghabiskan 2 bungkus mi instan. Kenapa Hilal begitu doyan dengan mi instan? Ternyata sejak kecil Hilal sudah dibiasakan makan mi instan. Kedua orang tua Hilal sibuk bekerja, ibunya menjadi buruh di pabrik bulu mata palsu dan ayahnya menjadi buruh angkut di pasar.

Selama kedua orang tuanya pergi bekerja, Hilal selalu dititipkan kepada neneknya. Bila tidak diberi mi instan oleh neneknya, Hilal selalu menangis. Jadilah Hilal setiap hari hampir selalu mengkonsumsi mi instan. Pada September 2008, Hilal mengeluh perutnya sakit dan setelah diperiksa ususnya mengalami kebocoran akibat dua sisi ususnya lengket satu sama lain. Dokter lalu melakukan operasi untuk memotong usus yang lengket tersebut. Operasi dilakukan sebanyak 2 kali dan ada bagian usus yang dipotong.

Erna mengungkapkan, dokter yang merawat Hilal mengatakan usus lengket itu karena makanan. Erna lalu ingat bila Hilal suka sekali makan mi tanpa makan makanan lain seperti nasi, buah dan sayur.

Hasil Investigasi:
Menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh Detikcom, berita tentang Hilal terjadi pada 2008 dan ramai diberitakan akhir 2009. Berita Hilal yang dioperasi karena ususnya bocor memang fakta, namun soal penyebabnya karena makan mi instan belum bisa dipastikan. Dokter yang merawat hanya menyebutkan penyebabnya karena makanan. Detikcom juga menanyakan bahaya makan mi instan kepada dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Menurutnya secara langsung tidak ada hubungannya makan mi instan dengan usus yang lengket dan bocor.

Baca:   Sudah Mengkritik, Namun Faisal Basri Sebut KTP-nya Buat Ahok

“Mi instan itu mengandung unsur tepung, ada lemak dan proteinnya sama seperti makanan biasa. Jadi bisa dibilang makan mi instan itu tidak ada hubungannya dengan usus lengket dan bocor. Itu hoax dan mesti dikonfirmasi lagi kasusnya (Hilal) kenapa, ” ucap dr Ari kepada Detikcom. Konsultan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo itu menambahkan biasanya usus lengket dan bocor itu disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena mengkonsumsi obat untuk sakit kepala atau obat antiinflamasi.

“Atau ada infeksi di usus halus misal sakit tifus, kan harusnya dia makan yang lembut-lembut tapi malah makan mi instan bisa saja ususnya jadi bocor. Jadi saya rasa itu sudah ada basic masalah di ususnya,” terang dr Ari. Soal penyebab usus lengket karena makanan yang dikonsumsi, dr Ari mengatakan memang banyak makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Mulai dari pewarna tekstil, boraks dan formalin yang bisa menyebabkan usus rusak dan kebocoran.

“Makanan yang mengandung pengawat dan pewarna yang tak seharusnya itu bisa menimbulkan gangguan,” ucapnya. dr Ari menambahkan, apabila produk tersebut sudah mendapat izin dari BPOM berarti tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Mi instan yang beredar itu sudah memiliki izin dari BPOM. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah mi instan tidak mengandung gizi yang lengkap dan bukan makanan pokok. “Mi instan itu kan salah satu makanan, tapi bukan makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari karena komposisi makanannya tidak lengkap,” ucapnya.

“Prinsipnya itu dikembalikan kepada kita, misal punya sakit maag jangan makan mi terlalu sering. Penderita darah tinggi itu kan bumbu mi instan kan tinggi garam bisa menyebabkan darah tinggi naik. Jadi mesti bijak mengkonsumsi mi instan,” tambahnya. Senada dengan dr Ari, pakar gizi teknologi pangan IPB Prof Made Astawan mengatakan mengonsumsi mi instan itu tidak membuat usus lengket. Mi instan dibuat dari bahan baku tepung terigu dan merupakan sumber karbohidrat. “Mi instan menyebabkan usus rusak itu jauh dari fakta ilmiah,” ucapnya.

Baca:   Peristiwa-peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2015

Hanya saja memang mi instan bukan makanan pokok, kadar proteinnya sangat rendah untuk gizi seimbang. Sehingga diperlukan tambahan gizi lainnya selain mengonsumsi mi instan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mi instan juga tidak ada yang aneh yakni terdiri dari garam, pati, dan bumbu-bumbu lain dengan tepung. “Mi instan itu jauh dari sempurna gizinya, makanya ada yang ditambah sayur dan sumber-sumber protein. Secara bahan pangan memang cepat saji, enak rasanya tapi gizinya tidak komplit,” katanya.

Soal MGS (monosodium glutamate) dan adanya kandungan lilin di mi instan, Made mengatakan setiap masakan memang mengandung MSG hanya saja levelnya berbeda-beda. Kandungan sodium yang tinggi dan MSG dari mi instan ini yang disarankan untuk dihindari oleh penderita darah tinggi. “Sedangkan untuk lilin, nggak ada lilin dalam kandungan mi instan. Itu dibuat seperti mi kering pada umumnya cuma digoreng dan kandungan patinya bila diguyur dengan air panas cepat melunak,” ucapnya. Made mengatakan makan mi instan setiap hari tidak masalah hanya saja secara asupan gizi kurang. Gizi yang kurang itu bisa menyebabkan masalah pada kesehatan.

“Kan kasihan dia makan karbohidrat tok, perlu vitamin dan mineral juga. Kalau hanya itu yang disajikan setiap hari pasti nggak sehat karena kurang gizi. Kalau ada tambahan nasi, buah dan lain-lain ya nggak papa,” jelasnya.