Janda cantik Timses Jokowi 2014 kembalikan uang suap Rp 2 miliar ke KPK

Damayanti-Wisnu

Anggota Komisi V DPR dari fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti mengembalikan uang suap sebesar 240 ribu dolar Singapura (sekitar Rp2,28 miliar) kepada penyidik KPK. “DWP (Damayanti Wisnu Putranti) atas inisiatifnya sendiri mengembalikan uang sebesar 240 ribu dolar Singapura, yang terdiri dari 10 ribu dolar Singapura berjumlah 18 lembar dan sisanya pecahan 1.000 dolar Singapura dan 100 dolar Singapura,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK Jakarta, Senin.

Janda cantik anggota tim sukses Jokowi saat Pilpres 2014 lalu itu berstatus tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh anggota DPR dalam proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Ini adalah pengembalian kedua, sebelumnya telah ada pengembalian Rp1,1 miliar. Kedua pengembalian ini terpisah dari uang yang disita saat operasi tangkap tangan sebesar 33 ribu dolar Singapura,” imbuh Priharsa.

Baca:   Ahok Tuding BPK Menyembunyikan Kebenaran soal RS Sumber Waras

Priharsa tidak mau menyampaikan dari siapa Damayanti mendapatkan uang tersebut dan apa tujuan pemberian uang itu. “Kemungkinannya bisa penyuap lain atau proyek lain. Yang bersangkutan terbuka menyampaikan ke penyidik mengenai asal uang, sampai saat ini kami belum bisa menyampaikan,” dilansir oleh laman Rimanews.com, Senin (21/3/2016). Meski demikian, Priharsa mengungkapkan Damayanti memang menerima sejumlah uang untuk kemudian diberikan kepada pihak-pihak lain.

Baca:   Kerap Kritik KPK dan Yakin Ada Korupsi Pembelian Lahan RS Sumber Waras, Sanusi justru yang kena KPK

“Dari sejumlah penerimaan pernah diberikan ke pihak lain, yang bersangkutan pernah menyampaikan ada beberapa pihak yang menerima uang,” tandas dia. Selain Damayanti, tersangka lain dalam kasus ini yaitu anggota Komisi V DPR dari fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto juga pernah mengembalikan uang 305 dolar Singapura. Namun, Budi mengembalikan uang itu ke Direktorat Gratifikasi pada 1 Februari, tapi ditolak KPK karena menyangkut tindak pidana korupsi

KPK dalam perkara ini sudah menetapkan empat tersangka yang seluruhnya sudah ditahan yaitu Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto dan dua rekan Damayanti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin serta Abdul Khoir. Direktur PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir diketahui mengeluarkan uang 404 ribu dolar Singapura agar PT WTU mendapat proyek-proyek di bidang jasa konstruksi yang dibiayai dana aspirasi DPR di provinsi Maluku yang dicairkan melalui Kementerian PUPR.

Baca:   Gawat, Bintang Porno Jadi Sampul Buku Matematika di Thailand

Pada 2016, di wilayah II Maluku yang meliputi Pulau Seram akan ada 19 paket pekerjaan yang terdiri dari 14 jalan dan 5 jembatan dan masih dalam proses pelelangan. Uang tersebut sebesar 99 ribu dolar Singapura diberikan kepada Damayanti Wisnu Putranti melalui dua rekannya Julia Prasetyarini serta Dessy A Edwin. Sedangkan 305 ribu dolar Singapura diberikan kepada anggota Komisi V dari fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto.

loading...