Janda Pertontonkan Live Sex di Apartemen, Begini Akibatnya Yang Tidak Pernah Ia Duga

live-seks

Pelaku pertunjukan live seks didepan penggan kembali diciduk polisi saat keduanya sedang melakukan aksinya. Nur (29), janda asal Pamulang, Tangerang Selatan, hanya bisa menyesali perbuatannya setelah dibekuk bersama-sama dengan Asari (39), laki-laki warga Depok. Dia dicokok anggota Polsek Metro Pesanggrahan, Selasa (11/10/2016) malam.

Saat ditemui di markas Polsek Metro Pesanggrahan, Rabu (12/10/2016), Nur tidak henti-hentinya menangis. Topeng tahanan yang menutupi wajahnya tidak cukup untuk menyembunyikan isi hatinya yang hancur. “Saya sangat menyesal. Nggak pernah nyangka akan begini jadinya,” ujar Nur sambil menangis. Sementara, Asari, yang berada di sebelahnya, hanya diam termangu.

Nur merupakan janda satu anak, sementara Asari berstatus suami orang dan memiliki tiga anak. Dia sedang dalam proses cerai. Keduanya telah menjalin hubungan gelap selama empat tahun dan sejak 2015 bersama-sama masuk ke bisnis pornografi bermodus pertunjukan seks secara langsung (live sex show) di depan pemesan.

Keduanya diciduk personel Polsek Metro Pesanggrahan, Selasa malam, dari salah satu kamar Apartemen Gateway unit B03-07, yang berada di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan. Kepala Polsek Metro Pesanggrahan, Komisaris Afroni Sugiarto, menjelaskan, keduanya ditangkap setelah terbukti menjajakan pertunjukan seks di depan konsumennya (live sex show).

Penangkapan berhasil dilakukan setelah dua petugas menyamar sebagai konsumen. “Kedua pelaku mengaku sudah sebanyak 10 kali melakukan perbuatan tersebut dengan tarif antara Rp 600.000-Rp 1 juta. Pelanggannya dari kalangan menengah, termasuk, menurut pengakuannya, orang bule,” kata Afroni di Markas Polsek Metro Pesanggrahan.

Terungkapnya kasus pornografi tersebut, kata Afroni, berawal dari laporan masyarakat tentang adanya transaksi eksploitasi seksual melalui media sosial WeChat yang bernama Fantasy Sex yang dilakukan kedua pelaku. Selanjutnya petugas Reskrim Polsek Metro Pesanggrahan melakukan pengecekan secara online terhadap WeChat keduanya.

Setelah dipastikan kebenarannya kemudian petugas menyamar melakukan transaksi dengan pelaku melalui WeChat. Dalam transaksi, pelaku juga menawarkan threesome. Saat itu, tarif disepakati di angka Rp 1 juta dengan lokasi di Apartemen Gateway yang disewa, dilansir tribunnews.com.

Selanjutnya petugas yang menyamar bertemu dengan kedua pelaku di dalam kamar Apartemen Gateway unit B 03-07. Saat mempertontonkan hubungan badan, keduanya langsung ditangkap dan digiring ke markas Polsek Metro Pesanggrahan.
“Dalam aksinya kedua pelaku melakukan hubungan seks di hadapan pemesan dan sempat menawarkan untuk ikut permainan seks dengan biaya tambahan Rp 500.000,” ujar Afroni.

Bersama pelaku, polisi turut menyita barang bukti kejahatan berupa pakaian dalam, dua pak kondom merek Sutra, uang tunai Rp 1 juta, satu ponsel BlackBerry, print out chatting transaksi, dan rekaman video saat penangkapan. Afroni menambahkan, selain lewat WeChat, pelaku juga menjajakan layanan seks via BlackBerry Messanger (BBM) dan WhatsApp.

Kedua pelaku disangkakan melanggar pasal 34 juncto 36 Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

loading...