Jelang Pilkada DKI, Yusuf Mansur Ikut-Ikutan Adhyaksa ‘Serang’ Ahok, Mau Jadi Cawagub?

Ahok keluar dari Gedung KPK usai diperiksa soal RS Sumber Waras (Foto: Detik)

Ahok keluar dari Gedung KPK usai diperiksa soal RS Sumber Waras (Foto: Detik)

Serangan terhadap Basuki Tjahaja Purnama jelang Pilkada DKI 2017 terus datang bertubi-tubu. Bakal calon gubernur Adhyaksa Dault mengkritik keras penggusuran yang terjadi baru-baru ini di Jakarta. Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga itu menyebut sistem penggusuran yang diterapkan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan istilah ‘Kapitalis Sekuler’ karena warga korban penggusuran malah disuruh membayar uang sewa untuk tinggal di rumah susun.

“Ini namanya Kapitalis sekuler. Di Singapura ada penggusuran tapi masyarakatnya tidak dibebankan,” ujar Adhyaksa saat diskusi politik bertema ‘Mencari Gubernur yang Ideal untuk DKI Jakarta’ di Kornas Fokal IMM, Jl. Matraman Dalam I, Jakarta, dikutip dari Rimanews.com, Jumat (22/4/2016).

Baca:   Nikita Mirzani pilih Ahok daripada Ahmad Dhani untuk kembali pimpin DKI

Pada kesempatan itu dia juga meungungkapkan keinginannya untuk menggandeng Da’i kondang asal Jakarta, Ustad Yusuf Mansur sebagai bakal calon wakil gubernurnya jika diamini untuk bertarung di Pilkada DKI 2017. “Disini ada Ustad Yusuf Mansur yang massa nya cukup banyak dan apalagi beliau jadi Wakil Gubernur saya setuju banget dan pasti lah Jakarta berjalan lancar,” kata Adhyaksa.

Sementara itu, da’i kondang asal Jakarta Ustad Yusuf Mansur yang juga hadir di diskusi tersebut, mengkritisi masalah utama yang selalu menghantui Ibukota Jakarta yaitu kemacetan. Ustad Yusuf mengaku heran karena jalanan di Jakarta lancar hanya saat pemilihan pimpinan DKI saja. “Disini kalau ada pemilihan pimpinan saja, Jakarta jadi lancar jalannya,” kata Yusuf Mansyur. Dengan problem kemacetan itu, kata Yusuf, siswa Sekolah Dasar (SD) sering kali terkena imbasnya, lebih baik tidak usah dipulangkan tapi jadikan sekolah sebagai asrama.

Baca:   4 Sindiran Halus Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ke Ahok

“Jika kembali macet kan yang kasihan anak SD dan kalau begini skalian saja tidak usah dipulangkan jadikan sekolah sebagai asrama,” terang Ustad Yusuf. Menurut Ustad ini, mestinya sebagai orang nomor satu di Jakarta, Ahok harus bisa merangkul perguruan-perguruan tinggi supaya pekerjaan Gubernur DKI jadi ringan dan saling bersinergi.

“Tapi nyatanya jangankan merangkul perguruan tinggi, untuk merangkul pemimpin-peminpin daerah saja tidak mau. Apalagi merangkul pemimpin di negeri tetangga,” tandasnya.