Jessica terancam lolos jeratan hukum, Krishna Murti pasrah

Jessica-kumala-wongso

Sampai saat ini Jessica Kumala Wongso terus diperiksa kepolisian terkait kasus tewasnya Wayan Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016 lalu. Setelah melakukan reka ulang, Polisi kini sedang memeriksa kejiwaan Jessica. Menurut para psikolog, kejiawaan Jessica dalam kondisi normal. Kini Polisi sedang menunggu hasil pemeriksaan oleh para psikiater mengenai kondisi kejiawaan Jessica.

Jika menurut para psikiatri kejiawaan Jessica dalam kondisi tidak normal alias gangguan jiwa, maka Jessica bisa lolos dari jeratan hukum kasus tewasnya Mirna, demikian kata Krishna Murti. “Kata psikolog yang bersangkutan normal dalam arti sehat. Tapi kan psikiatri beda lagi keilmuannya jadi ini kita tunggu jawabannya apa saja,” ujar Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, dikutip dari Rimanews, Jumat (12/02/2016).

Baca:   Jessica Wongso Jalani Tes Kehamilan, Bagaimana Hasilnya?

Krishna mengaku pasrah jika tes kejiwaan dari psikiatri RSCM menyatakan bahwa Jessica Kumala Wongso mengidap penyakit kejiwaan. Bila psikiater menyatakan Jessica mengalami gangguan kejiwaan, maka perempuan berusia 27 tahun itu akan lolos dari jeratan pidana. Kata Krishna, dalam pasal 44 KUHP disebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggu karena penyakit.

Baca:   Heboh! Sopir Ini Berani Minta Polisi Tunjukkan Surat Resmi Razia

“Saya tidak bisa berandai-andai. Yang tahu hasilnya kan beliau yang memeriksa, polisi itu enggak ahli gitu. Tergantung konteks pidananya hari ini pidana ekonomi ahli ekonomi, pidana tentang lain ada ahli lain jadi polisi enggak bisa nebak-nebak,” jelas Krishna. Kemarin, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani pemeriksaan oleh psikiater.