Kacau, masih 13 tahun sudah jadi tukang pijat plus-plus bertarif Rp 200 ribu

pijat-plus-plus

Sejumlah panti pijat plus-plus menjadi target razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Perumahan Jondul, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru Riau Minggu (23/8/2015). Razia itu dilakukan karena lokasi yang diduga menjadi sarang mesum itu kembali buka setelah sebelumnya sudah di segel. Dari razia yang dilakukan Satpol PP didapati tiga wanita PSK yang berkedok panti pijat dan dua pengunjung.

Yang lebih parah, satu dari tiga wanita yang ikut terjaring berinisial IC, ternyata masih dibawah umur, yakni 13 tahun. Bahkan, salah satu PSK tersebut yang umurnya 25 tahun ternyata sedang dalam kondisi hamil 4 bulan. Satpol PP juga menjaring wanita yang diduga sebagai ‘mami’ panti pijat tersebut. Sedangkan pria yang diamankan masih berusia 17 tahun dan masih berstatus pelajar.

Kelimanya diangkut petugas ke kantor Satpol PP kota Pekanbaru untuk didata. Kelimanya diduga tidak memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP). Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian saat dikonfirmasi mengatakan, kelima orang yang terjaring langsung didata. Bagi pengunjung pria yang di bawah umur, orang tuanya kan dipanggil. “Sementara para pekerja panti pijat akan diproses dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru,” kata Zulfahmi, dilansir Merdeka, Minggu 23 Agustus 2015.

Baca:   Bra Hingga Bantal, Barang-Barang Pribadi Ini Ternyata Punya Masa Kadaluarsa, Wajib Tahu

Karena telah mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pemuas nafsu pria hidung belang, Satpol PP berencana akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru. “Kita sangat menyayangkan, anak di bawah umur sudah dipekerjakan sebagai tukang pijat,” tegas Zulfahmi. Menurut Zulfahmi, usaha panti pijat tempat IC bekerja sudah melanggar undang-undang karena mempekerjakan anak di bawa umur. Selain memberikan pijat, IC juga diduga melayani permintaan tamu yang menginginkan hubungan seks.

“Bahkan anak ini juga diduga melayani hal lainnya (hubungan seks,red) dengan tarif Rp 200 sampai Rp 300 ribu untuk sekali kencan,” jelas Zulfahmi. Zulfahmi menerangkan, Lokasi yang menjadi target dalam razia yang dimulai sekitar pukul 22.30 WIB itu hanya panti pijat di perumahan Jondul. “Razia kali ini, kita memang fokus hanya satu tempat yaitu di komplek Perumahan Jondul, karena meski sudah di segel pemilik usaha tetap nekat beroperasi,” ungkapnya.

Baca:   Begini Nasib Dukun Cilik Ponari Yang Dulu Sempat Kaya Raya

Zulfahmi menerangkan, sejumlah panti pijat yang sebelumnya sudah ditutup dan disegel beberapa waktu lalu masih nekat buka. “Mereka melepas segel kita. Sebelumnya disini ada 20 panti pijat di segel saat bulan puasa lalu. Kita temukan sekarang segel dan garis polisinya sudah dilepas,” kata Zulfahmi . Kuat dugaan razia tersebut sudah bocor. Pasalnya para pekerja dan pengunjung panti pijat banyak yang melarikan diri saat petugas tiba di lokasi.