Kacau! Tokoh agama gauli anak sendiri hingga hamil 5 bulan

ilustrasi-perkosaan

Malang benar nasib anak SD 12 tahun ini yang harus hamil di usianya yang masih sangat belia. Parahnya lagi, orang yang menghamilinya adalah ayah kandungnya sendiri yang juga adalah tokoh agama di Purwakarta, Jawa Barat. Hingga kini, bocah tersebut sudah mengandung 5 bulan dan dirinya kini sedang menjalani perawatan di RSUD Bayu Asih, Purwakarta.

Korban yang berasal dari Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, tersebut dirawat sejak Minggu 23 Agustus 2015 malam. Korban mengatakan, ayahnya SN alias Ato (49) berulang kali menggaulinya hingga hamil. Ia mengaku tidak bisa menolak keinginan sang ayah karena diancam.

Baca:   Terlahir Dengan Kondisi Buruk Rupa, Perjuangan Hidup Pria Ini Patut Jadi Contoh

“Sejak saya kelas 5 SD, dilakukan berulang-ulang sampai saya tidak ingat lagi berapa kali dia melakukannya. Sejak awal saya enggak mau. Tapi dipaksa dan diancam, saya juga dilarang bilang sama ibu saya,” ujar Bunga di RSUD Bayu Asih, Senin 24 Agustus 2015. Setelah perbuatan bejat Ato dilkakukan berulangkali, Bunga pun hamil. Bunga akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu kandungnya.

Baca:   Seram! Arwah Yuyun Sedih Meja dan Kursinya dibuang ke Gudang

“Saya hamil 5 bulan, trus cerita ke ibu dan akhirnya keguguran,” imbuhnya, dikutip dari Pojoksatu, Rabu 26 Agustus 2015. Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Purwakarta, Bripka Rully mengatakan, pelaku adalah pemuka agama di kampung tersebut. “Pelaku diduga ayah kandung korban, dia pemuka agama, pendakwah atau tokoh agama di kampung tersebut,” imbuh Bripka Rully.

Baca:   5 Negara Dengan Tingkat Pemerkosaan Paling Tinggi di Dunia

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut. “Pelakunya masih kami kejar untuk dituntut pertanggungjawabannya. Sebelumnya pelaku sudah dalam pengejaran sebelum akhirnya korban keguguran,” ujar Dadang.

loading...