Kapolda Metro Jaya ingatkan Ahok tidak seenaknya hapus 3 in 1

Joki 3 in 1

Basuki Tjahaja Purnama berencana untuk menghapus kebijakan 3 in 1 di jalanan protokol ibu kota. Terkait dengan rencana Ahok tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Moechgiyarto angkat bicara. Menurut Moechgiyarto, seluruh kebijakan pemerintah menyangkut kepentingan umum haruslah dilakukan kajian dengan pihak kepolisian. “Kita lihat dulu. kan baru wacana. nanti kita kaji bersama sama,” kata Moechgiyarto, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/03/2016).

Menurut Kapola, pengambilan keputusan terkait masa depan kebijakan 3 in 1 haruslah dilihat dari berbagai aspek. Jika penghapusan banyak berguna bagi masyarakat, polisi siap menjalankannya. “Kita lihat efisiensi dan efektifitasnya. Kalau memang tidak banyak berguna ya kita hapus,” tandas mantan Kapolda Jawa Barat itu, dikutip Rimanews.com, Senin (29/3/2016).

Baca:   Kena 'Kepret' Jokowi, Rizal Ramli Dicibir Kualat Sama Ahok

Wacana penghapusan kebijakan 3 in 1 merupakan buntut dari pengungkapan penjualan orang yang dilakukan oleh joki 3 in 1 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Gubernur yakin dengan dihapusnya kebijakan tersebut akan menuntaskan persoalan eksploitasi anak yang kini gencar dilakukan Kepolisian. Eksploitasi anak kerap dilakukuan joki 3 in 1 yang mudah ditemui di persimpangan jalan Ibu Kota.

Baca:   Ratusan Advokat siap membela Ahok di Pilgub DKI 2017

Joki tersebut pun sering tampak membawa anak agar lebih tampak miris ketika ada pengemudi yang membutuhkan jasa mereka mengakali aturan 3 in 1.

“Kalau mereka pada bawa bayi begitu tuh dikasih obat (penenang) bayinya biar enggak menganggu yang bawa mobil. Ini kan enggak benar kalau begitu,” terang Ahok. Gubernur pun menjelaskan, kemungkinan besar penghapusan kebijakan 3 in 1 akan dilakukan ketika pembangunan electronic road pricing (ERP) sudah rampung dilakukan. “Sebenarnya memang enggak perlu lagi 3 in 1 kalau sudah ada ERP,” tandas Ahok.