Kasihan, Datang ke Polda Metro Jaya, Ahmad Dhani dan Sarumpaet dicuekin Kapolda

Ahmad-Dhani

Datang ke Metro Jaya pada Kamis (2/6/2016), Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet dicuekin oleh Irjen Pol Moechgiyarto dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. Kedatangan kedunya bertujuan untuk memastikan alasan penangkapan empat mobil yang akan digunakan untuk panggung dan pengeras suara aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Empat kendaraan yang disita polisi yakni truk trailer berisi sound system, mobil boks berisi peralatan musik, jip yang membawa generator, dan mobil Suzuki APV.

Selain keempat mobil tersebut, polisi juga menahan dan memeriksa delapan kru dan anak buah Ahmad Dhani. Karenanya, suami Mulan Jameela ini datang ke Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan nasib 8 kru mobil. “Kalau ditangkap, alasannya apa? Dilakukan BAP  atau bagaimana?” ujar Ahmad Dhani di depan Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya. Sementara itu, aktivis HAM Ratna Sarumpaet yang datang bersama Ahmad Dhani mengatakan, dia sudah menghubungi Kapolda dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, tetapi dicuekin.

“Kalau sudah punya posisi, susah melayani warga,” ujar Ratna kepada wartawan, dikutip dari Pojoksatu.id, Jumat (3/6/2016).

Meski tak mendapat jawaban dan kepastian dari Kapolda maupun Kabid Humas, Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet tetap menunggu di ruang Bidang Humas Polda Metro Jaya. Kapolda diduga sengaja tak menggubris kedatangan Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya lantaran kesal. Pasalnya, Ahmad Dhani membocorkan percakapannya dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti yang menyebut Ahmad Dhani dilarang presiden untuk melakukan konser dan demonstrasi bertajuk ‘Panggung Rakyat Tangkap Ahok’ di depan gedung KPK.

“Yang jelas konser kita di KPK gagal, digagalkan oleh polisi yang katanya Krishna Murti, Dirkrimum Polda Metro Jaya ada Instruksi Presiden atau Inpres tidak boleh berdemo di depan gedung KPK yang lama, tapi kalau mau di depan gedung KPK yang baru, beliau langsung telepon ke saya jam 8 malam kemarin,” ujar Ahmad Dhani. Lantaran yang memberitahunya seorang aparat kepolisian perwira di Polda Metro Jaya, maka Ahmad Dhani mempercayainya.

“Saya percaya dong, yang ngomong Dirkrimum, makanya saya nge-tweet. Saya tidak tahu kalau ada inpres tersebut, inpres nomor berapa, saya juga tidak meminta penjelasan ke Krishna Murti,” imbuh Ahmad Dhani. Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan  trailer berisi sound system, mobil boks berisi peralatan musik, jip yang membawa generator, dan mobil Suzuki APV. Kendaraan dan peralatan milik musisi Ahmad Dhani tersebut untuk aksi demo ‘Panggung Rakyat Tangkap Ahok’ yang akan digelar di KPK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, empat mobil itu disita sebagai bentuk pencegahan kerusuhan dan terganggunya ketertiban umum. Pasalnya, rombongan aksi itu tidak memiliki izin menggelar konser di tempat umum. “Jadi itu bukan izin, istilahnya pemberitahuan. Makanya kami juga mau menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan. Sudah kami ingatkan, tapi tetap membandel, jadi kami sita,” ucap Awi.

Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet menyebut tidak membuat izin, karena sudah membuat surat pemberitahuan. Mereka tidak mengajukan izin karena aksi yang akan mereka lakukan bukan pentas musik, melainkan panggung rakyat. Di acara itu hanya ada teater dari TIM (Taman Ismail Marzuki), orasi, dan panggung musik.

loading...