Kasus kopi sianida: Hani jadi saksi kunci tewasnya Mirna Salihin

Hanni

Hingga saat ini Polisi masih terus berusaha membongkar fakta-fakta baru terkait dengan tewas Wayan Mirna di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016 lalu. Salah satu saksi kunci yang diyakini bisa menjadi kunci dalam kasus ini adalah Hani. Hani diketahui lebih dahulu mengenal Jessica dibanding Mirna. Setelah Jessica ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi, Hani menjadi satu-satunya saksi yang semeja dengan mendiang Mirna saat sahabatnya itu kejang-kejang usia minum es kopi Vietnam.

Informasi mengenai kedekatan Hani dengan Jessica diperoleh dari ayahanda Mirna, Edi Dermawan Salihin. Seturut penuturannya, “Hani itu lebih kenal Jessica dibandingkan dengan Mirna. Dia kenal (Jessica) duluan tuh, lalu Mirna datang, kemudian berteman.” Dalam urusan sikap pascainsiden peracunan, demikian pengakuan Edi, Hani pun lebih menunjukkan simpati kepada keluarga korban. Ia menyambangi kediaman orang tua Mirna dan menyampaikan belasungkawa. Sebaliknya, kata Edi, Jessica tidak mendatangi keluarga Mirna dengan dalih sakit.

Baca:   Mau disiapkan Ahok ambulans, Habiburokhman: Sebaiknya Ahok segera fitting rompi oranye saja

Pada Rabu (3/2/2016), Hani diperiksa sebagai saksi selama 12 jam. Interogasi terhadapnya berlangsung hingga pukul 00:05 WIB, Kamis (4/2). Di hadapan penyidik, Hani harus menjawab 47 pertanyaan. “Saya lelah sekali,” ujarnya. Beberapa hari setelahnya, yakni pada 7 Februari, Hani hadir dalam rekonstruksi pembunuhan Mirna di Olivier bersama Jessica. Pengacara tersangka, Yudi Wibowo, mengatakan bahwa keterangan Hani dalam reka adegan tidak memberatkan kliennya karena meniru fragmen kejadian sesuai sejumlah fakta dan keterangan.

Pada kesempatan itu, Hani mengikuti dua versi rekonstruksi yang bersandar pada BAP (berita acara pemeriksaan) ganda, yakni versi Jessica dan versi tambahan rekaman kamera pengawas. Jessica cuma menuruti yang pertama. Di salah satu potongan adegan, terlihat Hani memeragakan proses mencicipi kopi beracun Mirna. Yudi mempertanyakan alasan Hani tidak meninggal setelah mencicip minuman tersebut.

Baca:   Warga Luar Batang pasang badan untuk Yusril lawan Ahok

Padahal, sudah sejak lama pihak kepolisian menjelaskan bahwa Hani tidak meminum dan menelan cairan kopi bersianida. “Nyicip itu, bukan disedot ya. Kalau diseruput, ya, mati. Itu dijilat, kemudian dilepeh lagi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, Krishna Murti, pada Januari lalu dikutip dari Beritagar. Rekonstruksi versi dua mengutip 65 adegan, sementara rekonstruksi versi Jessica hanya menyaran 56 adegan.

Polisi menyatakan keterangan yang disampaikan Hani pada awal Februari meruapkan fakta baru kematian Mirna. Namun, hal itu bakal hanya disampaikan di pengadilan. Jessica, yang pada mulanya hanya berstatus sebagai saksi, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat, 29 Januari. Sehari setelahnya, ia ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua, Jakarta Utara. Dari keterangan polisi, Jessica belum memberi pengakuan apa pun seputar kasus ini. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan penyidik Polda Metro Jaya masih memiliki banyak waktu untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap perkara kematian Wayan Mirna Salihin.

Baca:   Divonis 20 Tahun Penjara, Jessica Kumala Wongso Lakukan Hal Tak Lazim Ini

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI, Waluyo, keleluasaan itu berdasar atas kewenangan penyidik untuk melakukan penambahan masa penahanan terhadap tersangka pembunuh Mirna, Jessica Kumala Wongso, untuk kepentingan penyidikan. “Kalau belum selesai pemberkasan, masa penahanan Jessica bisa diperpanjang 20 hari ke Kejaksaan. Tapi ada pengecualian jika hukuman minimalnya sembilan tahun, itu bisa diperpanjang 60 hari lagi ke Pengadilan Negeri,” ujar Waluyo dikutip CNN Indonesia (8/2/2016).

Dalam kasus pembunuhan Mirna, Jessica disangka melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Dengan Sengaja dengan ancaman maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara.

loading...