Kelakuan Parah Ibu Kontrakan Selingkuhi Penghuni Kontrakan

selingkuh

Kelakuan ibu kos berinisial E (38) di Kota Malang ini bikin geleng-geleng. Dia selingkuh dengan penghuni kosnya sendiri, MR (51). Keduanya dibutakan napsu dan tak peduli dengan norma-norma. Sang suami, SA (47), bukan tidak tahu kelakuan wanita itu.

Dia berkali-kali menasihati E agar menjaga jarak dengan MR. Namun E yang sudah dimabuk asmara tak peduli dengan nasihat suaminya. Aksi E makin menjadi. Dia pura-pura mengantar anak ke sekolah. Tahunya malah janjian dengan sang selingkuhan, Jumat (29/7/2016) lalu.

Rupanya suami sudah membuntuti E. Begitu dia lihat E bertemu MR, celurit diacungkan. MR lari tunggang langgang namun terkejar. Sang suami menyabetkan celuritnya berkali-kali hingga MR jatuh bersimbah darah, dilansir dari laman merdeka.com, Senin (1/8/2016).

Baca:   Suami Pakai Kondom Selama 2 Tahun Tapi Istri Hamil, Hal Ini Yang Terjadi Selanjutnya

Warga dibantu aparat kepolisian Polsek Lowokwaru mengamankan pelaku dan korban. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sedangkan pelaku langsung dibawa ke Polsek Lowokwaru. Kasus perselingkuhan antara ibu kos dan anak kos sering terjadi. Kalau E terpikat pria yang lebih tua, umumnya ibu kos tertarik dengan anak-anak muda.

Kasus perselingkuhan yang cukup unik terjadi di Surabaya. Seorang ibu kos berusia 51 tahun bikin geleng-geleng gara-gara aksi genitnya menggauli anak-anak kos yang berusia muda. Ibu kos itu sengaja memilih tinggal di area kos dengan alasan menjaga anak-anak kos. Awalnya sang suami tak curiga. Toh usaha indekos ini menambah keuangan keluarga.

Baca:   Sadis! Pak camat tusuk kemaluan istri pakai botol bir, ya robeklah...

Rupanya itu cuma akal bulus wanita itu saja. Di kamarnya, ibu kos ini membuka layanan pijat gratis. Mulai pijat biasa sampai pijat plus-plus. Bukan itu saja, dia juga dikenal suka membawa penghuni kos yang ganteng masuk ke kamarnya.

Aksi durjana sang istri akhirnya diketahui suami setelah tersebar luas. Kasus ini tak berujung polisi karena si suami akhirnya memilih cerai. “Saya malu. Malu sekali,” katanya lirih.