Keluarga Mirna Salihin Tepuk Tangan Saat Pegawai Kafe Olivie Bersaksi

jessica-kumala-wongso

Ada hal menarik saat persidang kematian Wayan Mirna yang diduga diracun oleh sahabatnya sendiri, Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier. Keluarga Mirna tiba-tiba bertepuk tangan ketika salah satu pegawai kafe Olivier, Marlon Alex Napitupulu, memberi kesaksian soal adanya racun sianida dalam gelas minuman Mirna.

Marlon Alex Napitupulu menjelaskan soal prosedur standar operasional penyajian es kopi vietnam. Marlon menjelaskan bahwa sedotan harus berada di luar gelas minuman saat penyajian. “Standarnya pelayan gak boleh masukkan sedotan ke dalam (minuman),” kata Marlon dalam keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7/2016).

Baca:   DPRD Pastikan Pemprov DKI Jakarta Gunakan APBD 2014

Keluarga Mirna yang menyaksikan di ruang persidangan langsung bertepuk tangan ketika mendengar penjelasan Marlon. Penjelasan Marlon pun kembali dilanjutkan. Saat itu, kata Marlon, ia melihat es kopi vietnam sudah tersedia di meja Jessica Kumala Wongso. Sementara itu, sedotan sudah masuk di dalam gelas kopi tersebut. Namun, bagian bibir sedotan tersebut masih terbungkus.

Baca:   Ditanya Polisi soal kematian Wayan Mirna, saksi Hani sering lupa

“Belum diminum. Hanya, berbeda, sedotan di dalam, sedotan bagian bibir terbungkus,” kata Marlon, dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/7/2016). Mirna meninggal setelah meminum kopi vietnam yang dipesan oleh Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016). Jessica menjadi terdakwa kasus tersebut.

Jaksa penuntut umum memberikan dakwaan tunggal terhadap Jessica, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

loading...