Keluarga muslim diusir dari pesawat United Airlines

United-Airlines

Keluarga muslim yang beranggotakan 5 orang diusir dari pesawat oleh pilot United Airlines karena ‘alasan keamanan’. Penumpang bernama Eaman-Amy Saad Shebley, suaminya dan ketiga anak mereka yang masih kecil dipaksa keluar dari pesawat yang saat itu hendak hendak terbang menuju Washington dari bandara Chicago. Sebelumnya, mereka sempat meminta kursi khusus anak-anak kepada pramugari jika tersedia.

Namun, seperti terlihat dalam video yang direkam oleh Shebley, pramugari tersebut dan pilot justru meminta mereka untuk turun. Shebley menanyakan kepada pilot apakah itu adalah keputusan “diskriminatif”. Pilot hanya menjawab ini karena “masalah keamanan penerbangan”, tapi tidak memberikan rincian. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) kemudian mengirim surat kepada United Airlines atas nama keluarga Shebley meminta agar kru yang terlibat dikenakan sanksi.

Baca:   5 Kekuatan Militer Korea Utara Yang Hanya Hasil Rekayasa Foto

“Kami lelah penumpang yang terlihat seperti Muslim sering diturunkan dari pesawat karena alasan yang mengada-ada, dengan dalih ‘keamanan’,” ujar direktur eksekutif CAIR Chicago, Ahmed Rehab, dalam sebuah pernyataan. “Keamanan artinya memberikan rasa aman kepada penumpang, bukan melecehkan dan mempermalukan mereka dan menendang mereka dari pesawat karena meminta keamanan,” dikutip dari Rimanews.com, Rabu (6/4/2016).

Baca:   Film Mesum Mohammad Ali dengan Mantan Pacar dijual Rp 1,3 Miliar

Dalam status di Facebook, Shebley menulis: “Anda memalukan #UnitedAirlines karena telah bertindak (rasis) terhadap keluarga saya dan saya tanpa alasan sama sekali, kecuali karena penampilan kami, dan menendang kami keluar dari pesawat ‘karena alasan keamanan’ dalam penerbangan kami menuju DC untuk menghabiskan liburan bersama anak-anak. Ketiga anak saya masih terlalu kecil untuk mengalami hal ini.”

Baca:   108 Patung Terakota, Bentuk Kritik atas Diskriminasi di China

Beberapa waktu lalu seorang pramugari United Airlines juga pernah melecehkan seorang Muslim bernama Tagera Ahmad. Saat itu, pramugari tak mau memberikan minuman kaleng yang masih tertutup kepada Ahmad karena takut “akan menggunakannya sebagai senjata”. United Airlines dilaporkan telah meminta maaf kepada keluarga Shebley dan menjadwal ulang penerbangan mereka.

Namun, belum ada kepastian apakah pilot dan pramugari yang terlibat akan dikenakan sanksi, meski dalam sebuah pernyataan United Airlines mengaku tidak akan mentolerir setiap tindakan diskriminatif.

loading...