Kenapa teroris selalu ditembak mati? Ini penjelasan polisi biar paham…

Foto-serangan-bom-sarinah

Selama ini teroris selalu berakhir tak bernyawa ketika baku tembak atau ketika polisi melakukan penyergapan. Pertanyaan pun muncul dari sejumlah pihak mempertanyakan kenapa teroris tidak ditangkap hidup-hidup biar bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Termasuk yang baru saja terjadi pada Kamis 14 Januari 2016 lalu di Sarinah saat terjadi teror bom.

Masih ada publik yang meragukan petugas kepolisian yang tidak menangkap pelaku teror hidup-hidup sehingga bisa diketahui motif dibalik penyerangan si pelaku. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti menjawab pertanyaan salah seorang netizen di laman Facebooknya saat ada yang mempertanyakan hal itu.

Baca:   10 Serangan teroris paling 'mahal' dalam sejarah

“Akan lbh berprestasi menangkap para teroris itu hidup2 disidangkan di penga dilan secara terbuka,, jangan di bunuh kroyokan cara mudus2 kmaren trus di anggap sukses ?? Publik bisa aja curiga bahwa itu Teroris Settingan lbh dari bawa nama pelakunya Islam (membuktikan mazhab S Huntinton) benturan barat n Islam kerena cina jd ancaman Ambrik maka buat modus Teroris dgn se olah2 pelaku di motivasi Agama ???” tulis Arnold Tan Shinaro.

Baca:   Sentilan Menohok Dosen King Fahd Arab Saudi Pada Aa Gym Soal Ahok, Pemimpin Berakhlak dan Etos Kerja

Krishna Murti pun menjawabnya dengan sangat baik terutama dengan pengalamannya sebagai orang lapangan.

“Teroris yg sedang beraksi tdk mungkin mau ditangkap hidup2.. Pilihannya adalah korban yg banyak, dan siap mati saat disergap.. Saat kami lumpuhkan, dia bersiap melempar bom ke saya.. Memang mudah bicara dibalik tv drpd di lapangan,” jawab Krishna Murti. Bagaimana menurut Anda, apakah jawaban dari Krisna Murti bisa menjawab pertanyaan yang sama yang mungkin ada di benak Anda?

loading...