Kisah Menyedihkan Bocah 3 Tahun ditolak BPJS di 6 Rumah Sakit Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

bocah 3 tahun ditolak rumah sakit

Orang tua mana di dunia ini yang melihat anaknya sakit. Melihat anaknya sakit, pasti semua orang tua ingin melakukan segala cara agar buah hati bisa kembali sembuh seperti sedia kala. Akan lebih sedih lagi jika sang buah hati pulang ke pangkuan ilahi karena kelalaian rumah sakit.

Hal itu juga yang tengah dirasakan oleh wanita ini. Seorang Ibu dengan akun Facebook Yuli Supriati, mati-matian memperjuangkan kesembuhan anaknya. M. Rizki Akbar yang masih berusia 2.9 tahun. Namun malang, takdir ternyata berkata lain. Setelah berjuang keras untuk menyelamatkan anaknya, Yuli harus ikhlas melihat tubuh sang buah hati terbujur kaku.

Ia pun berkisah tentang perlakuan institusi kesehatan yang menurutnya tidak adil sehingga Rizki harus menjemput ajal. Dituturkan oleh ibundanya Rizki adalah anak tunggal. Mulai dari Puskesmas di daerah Bonang, Tangerang, Yuli membawa Rizki untuk berobat, hingga ke Rumah Sakit Jantung yang berada di Jakarta.

Sebelum itu Rizki sudah berpindah-pindah di beberapa rumah sakit mulai Tangerang hingga Jakarta. Terhitung 6 rumah sakit besar telah di datangi. Namun Yuli mengatakan, di keenam rumah sakit besar yang seharusnya menerima pasien BPJS ini, menolak Rizki dengan berbagai alasan klise. Hingga kemudian kedua orangtua Rizki membawa ke Rumah Sakit Swasta Eka Hospital, BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Baca:   Dua motif diduga jadi penyebab Jessica racuni Mirna Salihin

Walaupun harus membayar puluhan juta rupiah sebagai uang muka, namun itu tak menyurutkan niat orangtua Rizki untuk memperjuangkan kesembuhanya. Sayang tak disebutkan dengan jelas penyakit apa yang diderita oleh Rizki.

Foto diatas yang diunggah oleh akun Yuli Supriati ibunda Rizki beserta captionnya yang membuat sedih. Foto yang diposting Sabtu (27/08/16) malam ini, hingga Senin (29/08/16) telah dibagikan hingga 9.349 kali, demikian dilansir laman tribunnews.com.

Innalillahiwainnailaihirojiun..selamat jalan ananda M.Rizki Akbar usia 2,9 tahun, semoga menjadi malaikat buat kedua orang tuamu. Berat melepas putra satu2nya ini, tp Allah lebih sayang padamu. Walaupun tiap bulan ayahmu dipotong gajinya oleh perusahaan utk pembayaran BPJS tapi hakmu yg dijamin oleh Bpjs tak kau rasakan.

Penolakan secara halus oleh RS2 penerima BPJS kau terima, dgn berbagai alasan klise. Kau memulai perjalanan mendapatkan hak mu dari puskesmas Didaerah Bonang kab tangerang, sampai ke RS jantung terbesar di Jkt utk mendapatkan pelayanan kau lalui.

Terhitung 6 RS besar dr tangerang sampai JKT, semua kompak tak dpt melayanimu.
Sampai kedua orangtuamu memutuskan membawamu ke RS swasta ini, demi menyelamatkanmu ananda. Walau dgn terpaksa pontang panting mencari puluhan juta rupiah untuk membayar DP pasien umum, apakah ini adil untukmu ananda?

Untuk keluargamu? sungguh tidakkkk…lalu kalau seperti ini siapa yg bertanggung jawab??? #satulagikorbanjatuh

Postingan itu pun langsung mendapat beragam tanggapan dari netizen.

Baca:   Sadis! Ibu Ini Tega Bunuh Anak Kandungnya Dengan Memotong Kemaluan Anaknya dan Telinganya

“Innalillahi wa innalillahi rojiun.. selamat jalan tuk ananda Rizki. lindungi negeri ini dari kedzholiman birokrasi ya rabb. semoga keadilan, kemudahan kelancaran berpihak kepada orang-orang yg membutuhkan sesuai dengan kewajiban yg sdh dibayarkan..” tulis Tari Azam Lestari.

“BPJS oh..BPJS..sampai kapan Kau bisa benahi systemu yang kacau ini…apakah menunggu Juta’an jiwa baru Kau bisa benahi…wahai penguasa2 pemangku kebijakan..apakah mata dan telingamu masih tertutup gemerlapnya kekuasaan..!!” tulis Ady Setiawan.

“Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Keterlaluan memang RS2 sekarang ini, lbih mementingkan sisi komersil dan sdh tdk memiliki hati nurani lagi,” tulis Keni Kania Dewi.

Bahkan bukan itu saja, tampaknya penderitaan Yuli masih terus berlanjut meski Rizki telah tiada. Ketika keluarga hendak membawa pulang jenazah Rizki, pihak rumah sakit justru menahan jenazah Rizki dengan alasan tidak ada manajer yang bertanggungjawab.

Baca:   26 Kisah Tragis Berhubungan Badan Yang Berujung Maut, Terbaru PNS Dishub

Menurut Yuli, dari keterangan salah satu petugas administrasi, jenazah ditahan hingga keluarga bisa melunasi kekurangan biaya sebesar 20 juta Rupiah.

“Secara undang2 tdk boleh ada penahanan jenazah,tp nyatanya yg hrs saya hadapi justru petugas admin yg kekeh ga bisa walau saya meminta perjanjiann…pembesar2 RS ini udah tidur atau gak tau yaa???” tulis Yuli dalam akun Facebooknya.

loading...