Kisah Misteri Manusia Yang Punya dua Wajah

Edward-Mordake

Salah satu orang yang disebut-sebut sebagai keturunan bangsawan dan menjadi pewaris salah satu keluarga yang paling mulia di Inggris adalah Edward Mordake. Edward digambarkan sebagai sosok yang tampan dengan wajah rupawan, berpendidikan tinggi, seorang musisi dan juga memiliki banyak anugerah pada dirinya. Meskipun tampan dan rupawan, ternyata ia memiliki dua wajah, tepatnya dibelakang wajah tampannya itu.

Wajah keduanya itu ternyata sangat buruk dan juga sangat jahat. Diceritakan bahwa mata wajah kedua Edward akan mengikuti siapapun yang melihatnya dan bibirnya akan ‘merepet’ tanpa henti namun tak terdengar suaranya. Menurut legenda, ia akan tersenyum dan mencibir saat Edward Mordrake menangisi kondisinya. Meskipun tidak ada suara yang pernah terdengar dari bibirnya yang tipis, Edward bersumpah bahwa ia seringkali tak dapat tidur karena mendengar bisikan kebencian ‘kembaran jahat’ nya.

Baca:   Cerita Pramugari Cantik Malaysia Yang Disetubuhi Hantu

Kisah Edward Mordrake selalu diakhiri dengan bunuh dirinya Edward Mordrake saat ia berusia dua puluh tiga tahun. Metode bunuh dirinya diceritakan dalam dua versi berbeda, yang satu meminum racun, dan versi lain menembakkan pistolnya di antara kedua mata “setan kembarannya” agar dia terlepas dari penderitaannya. Dalam kedua versi tersebut, Edward meninggalkan surat wasiat yang meminta agar ‘wajah setan’ di belakang kepalanya dihancurkan sebelum ia dimakamkan.

“Jangan biarkan ia mengganggu saya selama di dalam kubur seperti yang ia lakukan selama hidup saya,” bunyi wasiatnya, dikutip dari Liputan6.com. Cerita yang dulu dianggap fiktif ini telah disadari bahwa kemungkinan besar ada kejadian dan fakta nyata yang mendasarinya. Chang Tzu Ping, ditemukan di Tiongkok pada akhir tahun 70-an atau awal 80-an. Chang terlahir dengan wajah kedua yang terdiri dari mulut, lidah cacat, beberapa gigi, kulit kepala, dan sisa-sisa konstruksi wajah lainnya.

Baca:   Ini Penyebab Tabrakan Maut Pondok Indah Yang Libatkan Empat Mobil dan Empat Motor

Tenggorokan dan bibir wajah keduanya tidak bisa bergerak secara independen, tetapi mulutnya dapat bereaksi bersamaan saat Chang membuka mulutnya. Tak lama setelah ditemukan, ia dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani operasi pembuangan wajah keduanya. Seluruh proses kasus ini didokumentasikan, termasuk operasi, di sebuah progam televisi tahun 80an, “That’s Incredible”. Operasi itu berhasil dan Chang kemudian pulang ke desanya untuk menjalani sisa hidupnya tanpa ‘wajah setan’ nya.

Kasus Chang Tzu Ping kini dikenal dengan nama Diprosopus atau Duplikasi Kraniofasial, yaitu kelainan atau cacat bawaan yang sangat langka, dimana bagian (aksesori) atau seluruh wajah terduplikasi di bagian kepala.