Kisah para istri orang terhormat jual diri hanya untuk cari sensasi

istri-pejabat-jual-diri

Selingkuh sepertinya kata yang sudah sering kita dengar. Yang terbaru dan masih hangat adalah berita tentang AH 26 tahun, wanita cantik dengan kerudung besar ini merupakan istri seorang pengusaha kaya asal Makassar yaitu Haji Ambo tertangkap tanpa busana sedang selingkuh dengan pria lain di kamar indekos.

Suami AH yang dipanggil Pak Haji Ambo heran istrinya bisa berbuat senista itu darinya. Padahal selama ini dirinya mengaku sudah memberikan nafkah lebih dari cukup untuk AH. Ternyata bagi seorang wanita, nafkah berlebih saja tidak cukup. Kasus perselingkuhan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak dulu banyak istri melakukan hal ini. Bahkan ada yang jadi penjaja cinta alias pekerja seks komersial sekadar cari sensasi.

Tahun 1970-an, Wartawati Sinar Harapan Yuyu AN Krisna melakukan liputan mendalam soal prostitusi di Jakarta. Karya Yuyu ini kemudian diterbitkan dengan judul Remang-remang Jakarta oleh penerbit Sinar Harapan tahun 1979. Buku ini kemudian diangkat menjadi film dengan judul sama, dilansir Merdeka.com, Jumat 11/9/2015.

Nah, di salah satu tempat bordil kelas atas, Yuyu menemukan beberapa wanita yang ternyata masih berstatus sebagai ibu rumah tangga atau memiliki suami. Anehnya lagi, mereka bukanlah orang miskin. Suami mereka rata-rata adalah pengusaha cukup sukses. Ada juga yang PNS dengan golongan cukup lumayan.

“Saya bosan di rumah. Saya hobi jalan dan berdagang barang antik. Dari sana saya berdagang ‘barang antik yang lain’. Toh hampir tak ada risikonya. Suami saya tidak tahu apa yang saya kerjakan,” kata Nyonya T kepada Yuyu. Nyonya T mengaku tak ada masalah dalam rumah tangganya. Kehidupan ekonominya cukup, anak-anaknya pun tumbuh dengan baik. Dia cuma ingin cari sensasi.

“Saya cuma ingin variasi dalam hidup ini,” katanya soal pekerjaan sampingan yang tak lazim itu.

Yuyu mengaku pikirannya langsung kosong mendengar kesaksian Ibu T ini. Dia berpikir kehidupan wanita setengah baya itu sudah sangat sempurna. Untuk apa dia menjual diri? Kelainan seks? Seks maniak? Penyakit jiwa atau apa? Ternyata T pun bukan satu-satunya. Di tempat lain Yuyu menemukan banyak kasus serupa. Bahkan ada istri pejabat pariwisata yang bisa dibooking.

Tarif untuk Ibu Rumah Tangga seperti ini lumayan tinggi saat itu. Jika PSK pinggir jalan pasang tarif Rp 3.000 maka untuk membooking ibu-ibu ini bisa di atas Rp 50.000. Namun mereka pun memilih tamunya. Tak asal bayar bisa main.

loading...