Kombes Krishna Murti: Abdul Aziz ‘Pengusaha Kalijodo’ tidak pantas dipanggil Daeng

Kombes Krishna Murti

Sejak adanya rencana Guberdur DKI Jakarta, Ahok, menggusur Kalijodo, nama Daeng Aziz justru makin tenar. Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti, mengatakan bahwa sebutan Daeng yang dialamatkan pada ‘Pengusaha’ Kalijodo, Abdul Aziz tidak pantas. Menurut Krishna, sosok Abdul Aziz tidak punya kekuatan di Kalijodo. Meski saat Krishna Menjabat Kapolsek Penjaringan, dirinya sempat ditodongkan senjata oleh Abdul Azis.

“Ditodong iya, saya 8 orang di situ, (Daeng Azis) ada 300 orang bawa tombak, saya rebut rebutan, konyol kan. Saya pendekatan psikologis saat itu, besoknya baru kita tangkap dengan kekuatan besar,” ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, dikutip Rimanews, Selasa (16/02/2016). Meski pernah kontak langsung dengan Azis, Krishna tetap tak habis pikir dengan gelar ‘daeng’ yang disandang Azis. Azis, menurutnya, hanyalah orang biasa yang menumpang hidup di Kalijodo.

Baca:   Disebut Haji Lulung tak berani tutup Alexis, ini jawaban Ahok...

“Aziz mengaku tokoh, dia bukan Daeng. Aziz namanya. Daeng kan gelar. Dia mengaku Daeng? Bukan daeng,” ketus Krishna. Krishna menuturkan, sejak lama banyak etnis pendatang yang menempati Kalijodo lalu bergantung hidup dari lokalisasi tersebut. Namun, dengan makin banyaknya pendatang dan meningkatnya tingkat penyakit masyarakat dan kriminalitas, Krishna yang saat itu menjabat Kapolsek Penjaringan pun membereskan lokalisasi yang berada di Kali Angke tersebut. “Zaman dulu ada 2000 preman cari makan disitu.

Baca:   Mengejutkan! Saat Kampanye, Seorang Wanita Tiba-Tiba Cium Pipi Ahok Dari Dalam Mobil

Begitu dihantem, preman itu semburat, hantem kanan kiri. Waktu jadi kapolsek ada tiga tempat perjudian besar di sana, ada orang datang, ngambil duit. Oh ini engga bener,” papar Krishna. “Orang pada datang ada yang belanjakan uang dan sebagaianya, tidak boleh terjadi di wilayah hukum manapun. Apapun caranya saya sebagai kapolsek (saat itu) bertanggung jawab selesaikan masalah ini,” tutup Krishna.

loading...