Korban penggusuran: Saya dukung Ahok karena bagus ya

Ahok

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya memutuskan untuk maju di Pilgub DKI 2017 melalui jalur independen. Agar bisa memenuhi syarat untuk maju di jalur independen bersama Heru Budi Hartono, maka TemanAhok kini sedang mengumpulkan data (KTP) sebagai syarat untuk bisa maju di Pilgub DKI 2017 yang akan datang. Mengetahui hal itu, banyak warga Jakarta yang datang langsung ke kantor Teman Ahok di Pejaten, Jakarta Selatan, untuk mengisi formulir dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono.

Salah satunya adalah Slamet (59). Slamet mengaku sebagai tukang bakso yang pernah digusur karena berjualan di trotoar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat itu, peran gubernur DKI Jakarta masih dipegang Joko Widodo. “Saya dukung Ahok karena Ahok bagus ya, padahal dulu kan saya digusur,” kata Slamet kepada Kompas.com di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016). Saat ini, Slamet mengaku masih berjualan di Pasar Minggu. Namun, dia kini sudah memiliki kios.

Slamet yang tinggal di daerah Jagakarsa datang sendiri ke sekretariat Teman Ahok dengan mengendarai sepeda motornya. Dia mengaku diminta istrinya untuk mengisi formulir dukungan di sekretariat Teman Ahok. Selain Slamet, warga lainnya, yaitu Sutono (82), juga datang dari rumahnya di Warung Buncit, ingin mengisi formulir dukungan untuk Ahok. “(Ahok) itu tuh profesional. Zaman modern gini harus dipimpin sama profesional, bukan politisi,” ujar Sutono.

Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok, mengungkapkan bahwa semakin banyak orang yang datang ke posko dan sekretariat untuk memberikan dukungannya kepada Ahok sebagai bakal calon gubernur DKI. Jumlahnya semakin banyak sejak Ahok mengumumkan Heru Budi Hartono sebagai bakal calon wakil gubernur DKI pada Pilkada DKI 2017. “Saat ini, kami sedang melakukan pengumpulan (data) KTP ulang untuk mengejar pencapaian 7,5 persen dukungan dari daftar pemilih tetap DKI Jakarta,” kata Amalia.

loading...