Kriminolog UI: Penggusuran Kalijodo tidak melanggar HAM

Kalijodo

Warga Kalijodo mengadukan rencana penggusuran oleh Ahok ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Namun, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala justru mempertanyakan tujuan Kalijodo tersebut. Menurut Arianus, penggusuran Kalijodo tidak melanggar HAM, karena negara mengambil tanahnya yang selama ini dikuasai oleh warga Kalijodo.

“Apanya yang masalah HAM, negara belum bereaksi apa-apa kok, kok sekarang tuntut tanah kembali kan masuk akal,” tukasnya di Kampus UI Depok, Jumat (19/02/2016). Adrianus menambahkan, isu pelanggaran HAM hanya persepsi yang mudah dibesarkan. Bahkan, lanjutnya, negara belum melakukan tindakan apapun termasuk eksekusi.

Baca:   Daeng Azis laporkan Ahok ke Komnas HAM, Ahok: Saya nggak kenal Daeng Aziz

“Aksinya negara apa sih, kok sudah bilang ada pelanggaran HAM. Persepsi itu, kan belum lakukan apa-apa. Ada yang sudah kena pukul belum, kan belum. Saya kasihan dengan isu HAM nya saja menjadi murah. Dari pihak lain orang yang merasa salah, para pembela HAM ini mungkin dianggap partisan sehingga mudah dijadikan isu,” katanya. Jikapun ada perlawanan, menurut Adrianus negara pasti sudah siap dengan tindakan represif. Meski begitu tetap harus melewati proses yang benar salah satunya dengan melayangkan surat teguran SP 1, 2, dan 3.

Baca:   Berjemur Sambil Bugil diatas Jendela, Wanita Ini Bikin Kacau Lalu Lintas

“Proses harus benar ada surat pemberitahuan, setelah SP3 ada pemberitahuan keluar baik-baik,” jelasnya, dikutip Rimanews.com. Sebelumnya warga kawasan Kalijodo dipimpin Daeng Aziz, mendatangi Kantor Komnas HAM untuk mengadukan nasib mereka yang akan digusur oleh pemerintah. Mereka juga mengadu ke kantor DPRD DKI Jakarta dan meminta bantuan hukum dari Wakil DPRD, Abraham Lunggana alias H. Lulung.