Krisis Seks di Jepang, Toyota Jual Robot Bayi Seharga Rp 5 Juta

robot-bayi

Jepang saat ini sedang menghadapi masalah demografi karena rendahnya tingkat kelahiran akibat kurangnya minat warga tersebut untuk melakukan hubungan seks. Karena jumlah bayi di Jepang sangat minim, akhirnya Toyota menciptakan robot bayi mungil seukuran telapak tangan. Robot bayi bernama Kirobo Mini itu diperkenalkan pada Senin (3/10/2016) lalu.

Kirobo Mini diciptakan sebagai robot bayi sintetis untuk menemani para perempuan tanpa keturunan karena krisis seks di Negeri Sakura. “Ia (Kirobo Mini) diciptakan sebagai bayi dalam usia yang masih ringkih, baru bisa duduk, dan belum memiliki keseimbangan untuk dapat berdiri,” kata Chief Design Engineer Kirobo Mini Fuminori Kataoka seperti dikutip dari suara.com, Kamis (6/10/2016).

Baca:   Demi Amal, 9 Bintang Porno Jepang Rela Payudaranya Diremas 24 Jam

“Kerapuhannya dimaksudkan untuk menciptakan ikatan emosional,” lanjut Takaoka.

Kirobo Mini memiliki mata besar yang dapat berkedip. Ia juga dapat berbicara dan menjawab pertanyaan dengan suara lucu yang mirip bayi berusia di bawah tiga tahun. Toyota juga menciptakan buaian untuk Kirobo Mini yang dapat difungsikan sebagai tempat duduknya saat ia dibawa di dalam mobil.

Baca:   Tidak Kapok, Samsung dikabarkan Akan Rilis Galaxy Note 8

Pabrikan otomotif terbesar dunia itu berencana menjual sang robot bayi pada tahun depan dengan harga 39.800 Yen (Rp5,05 juta). Takaoka menerangkan, Toyota telah banyak berinvestasi pada teknologi mobil autokemudi. Kirobo Mini menjadi langkah awal Toyota menciptakan robot yang menjadi bagian dari fitur autokemudi dengan kemampuan mengenali emosi manusia, kemudian meresponsnya.

Tekanan pekerjaan yang tinggi membuat aktivitas seksual di Jepang rendah sehingga berdampak pada menurunnya tingkat kelahiran. Menurut statistik resmi pemerintah Jepang, dalam 50 tahun terakhir, jumlah wanita melahirkan telah turun separuhnya menjadi sekitar sejuta per tahun. Selain itu, satu dari sepuluh wanita di negara itu tidak menikah.

Baca:   Bom Seks Asal Jepang Ingin Kencani Keisuke Honda

Semua itu menyebabkan kontraksi dalam populasi dan masyarakat usia produktif yang semakin sedikit. Penelitian dari Universitas Tohoku, Jepang mengungkapkan jika problem ini terus berlanjut maka hanya akan ada satu orang Jepang di dunia pada 16 Agustus 3766.

loading...