Lagi marak siswi SMP hamil diluar nikah di Yogya karena pergaulan bebas

siswa SMP hamil diluar nikah

Hamil diluar nikah, Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mewajibkan orangtua untuk mendampingi anak-anaknya dalam perkawinan dispensasi. “Peran orangtua itu masuk dalam pertimbangan putusan kami, bukan ke pokok perkara sebab anak-anak yang mendapat dispensasi pernikahan, mereka secara ekonomi belum mampu memenuhi nafkah,” kata Humas Pengadilan Agama Sleman Marwoto, Minggu (28/2/2016).

Menurut dia, dispensasi perkawinan dikarenakan hamil di luar nikah di Sleman didominasi oleh siswi SMP. Selama 2015, Pengadilan Agama Sleman menangani sebanyak 132 dispensasi perkawinan. “Dari jumlah perkara dispensasi perkawinan di 2015, sebanyak 60 persen didominas siswi SMP. Hanya satu perkara saja dispensasi perkawinan yang ditangani PA Sleman, disebabkan oleh faktor ekonomi. Kalau dulu dominasinya anak SMA, sekarang beralih ke SMP,” katanya.

Baca:   Barack Obama: Muhammad Ali, Warga AS Kurang Ajar Yang...

Dia mengatakan, dari perkara yang ditangani Pengadilan Agama Sleman, kehamilan anak-anak akibat dilakukan oleh teman sebayanya. Hanya sedikit kasus saja kehamilan diluar nikah akibat dari perbuatan orang yang lebih tua. “Kejadian hamil di luar nikah ini terjadi hampir di seluruh Kecamatan di Sleman. Bahkan, bila dilihat trennya, justru banyak terjadi di desa-desa. Ketika kami tanyakan, mereka melakukan hubungan di luar nikah tersebut justru di rumah sendiri, bukan di kos atau hotel,” katanya.

Baca:   Foto bugil dua ABG bikin heboh Gunungkidul, Yogyakarta

Marwoto mengatakan, lemahnya pengawasan dari orang tua menjadi penyebab kehamilan di luar nikah. Ini akibat dari kedekatan antara orangtua dengan anak-anaknya yang renggang. “Rata-rata kasus terjadi di keluarga yang orang tuanya sibuk. Orang tuanya seharian bekerja, jadi kontrolnya lemah,” katanya, diberitakan oleh Rimanews.com. Dia mengatakan, dengan kondisi ini hakim kadang dibuat serba salah. Jika mengizinkan dinilai tidak baik, karena usianya masih anak-anak.

Baca:   Sadis, Habis tonton video ISIS, remaja 15 tahun tega bunuh ibunya

“Namun jika ditolak juga tidak baik lantaran masa depan anak yang dikandung. Apalagi seusia SMP masih belum bisa bekerja. Nah, pada masa-masa seperti ini,” katanya.

loading...