Lomba ayam ketawa di Purwakarta, dari kelas, slow, dangdut, remaja hingga disco

ayam unik asal vietnam

Taman wisata Situ Buleud pada hari Minggu 6 Maret 2016 menjadi kawan yang ramai dengan suara ayam berkokok nyaring mengisi ruang dengar para pengunjung lokasi wisata yang dekat dengan pusat Kota Purwakarta itu. Suara nyanyian ayam-ayam tersebut adalah suara ayam milik para pencita ayam yang tengah mengikuti Kontes Ayam Ketawa Tingkat Nasional pertama di Indonesia yang diselenggarakn Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kontes tersebut sedikitnya diikuti Sekitar 200 peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Mereka turut memeriahkan kontes yang mempertandingkan ayam dengan durasi berkokok terlama dan terbanyak. Ayam yang dikonteskan adalah jenis jantan, saling adu suara di atas panggung berupa tenggeran yang berada tepat di depan dua orang juri. Dalam sekali kontes 16 ayam jantan langsung diadu berkokok di depan juri yang telah siap dengan batang lidi sebagai media penilaian.

Para pemilik ayam tak kalah heboh dengan berteriak memangil-manggil nama ayamnya agar bisa berkokok nyaring. Ratusan pengunjung yang berada di sisi arena pun tak kalah meriah. Mereka sesekali berkomentar atau pun ikut bertepuk tangan saat salah satu ekor ayam yang berada di arena tengah berkokok. Tak jarang suara yang gaduh pun membuat panitia harus menertibkan para penonton. Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang hadir dalam acara tersebut secara simbolis menenggerkan ayam di arena sebagai tanda pertandingan pertama resmi dimulai.

Usai menyaksikan pertandingan babak pertama, dalam sambutannya Dedi mengaku merasa senang Kontes Ayam Ketawa Tingkat Nasional yang pertama bisa digelar di Kabupaten Purwakarta. “Di Purwakarta, ayam hanya diolah menjadi makanan saja. Tapi sekarang ayam bisa juga diadu ketawanya. Kita jangan kalah sama ayam yang selalu ketawa bahagia,” tutur Dedi, dikutip Merdeka.com. Ke depan, kata Dedi, Pemkab Purwakarta akan membangun tempat di kawasan Situ Buleud yang bisa menjadi arena bertanding ayam berkonsep alam terbuka.

“Tahun depan kalau ada kontes seperti ini tidak perlu lagi pakai tenda. Biarkan ayam-ayam ini berlomba dengan menyatu bersama alam,” ujarnya. Adapun kelas yang dipertandingkan mulai dari slow, dangdut, remaja, disco, kerajinan bunyi, dan grand champion. Kontes tersebut rencananya akan berakhir dengan pengumuman pemenang. Rencananya pergelaran kontes ayam ketawa, akan digelar rutin dalam setiap tahunnya. Hal itu seiring dengan banyaknya minat dari para pecinta ayam ketawa. Terlebih bukan saja dari dalam negri, karena diketahui salah satu peserta datang dari Manila, Philipina.

loading...