Makin Bimbang, Ahok Pilih Jalur Partai Atau Independen?

TemanAhok

Sepertinya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mulai sadar bahwa Revisi Undang-Undang Pilkada yang belum lama disahkan DPR RI semakin mempersulit dirinya untuk maju di Pilkada DKI. Ahok pun berencana untuk menemui relawannya dalam waktu dekat. Ahok omptimis bahwa ‘Teman Ahok’ akan mencapai pengumpulan 1 juta KTP seperti target yang dipasang.

Hanya saja yang menjadi masalah adalah saat proses verifkasi. Dalam perubahan Undang-Undang Pilkada yang baru dalam pasal 48 ayat (3) menyebutkan, verifikasi faktual dilakukan paling lama 14 hari terhitung sejak dokumen syarat dukungan pasangan calon perseorangan diserahkan ke PPS. Terlebih dalam pasal 48 ayat (3b) menyebutkan, verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan calon yang tidak dapat ditemui pada saat verfikasi faktual, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menghadirkan pendukung calon yang dimaksud ke kantor PPS paling lambat tiga hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut.

Baca:   Elektabilitas Ahok Turun, Siti Zuhro Kritik Metode Survei, Ternyata Karena Hal Ini...

“Makanya kita mungkin akan tanya kepada Teman Ahok, Ahok-Heru ini mau melalui verifikasi sulit atau melalui partai saja. Tapi partai juga saya belum tentu dapat kan. Kan Golkar juga belum tentu ngasih (dukungan) nih,” kata Ahok, di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Rimanews.com, Jumat (17/6/2016). Ahok menjelaskan dalam pertemuan nantu akan menanyakan bagaimana komitmen para anak muda tersebut.

Baca:   Di Pilkada DKI 2017, Ahok Sudah Yakin Kalah, Jika...

Berkeras mendukung dirinya lewat jalur independen dengan risiko tidak lolos verifikasi atau rela menyerahkan dirinya didukung partai politik. “Yang pasti dalam pikirian saya nih, kita ngomong dengan mereka (Teman Ahok), anda mau saya jadi Gubernur atau tidak, gitu. Kalau saya nothing to lose, kalau anda niat saya jadi Gubernur, anda mau tempuh jalan susah apa jalan mudah,” terang Ahok.

Baca:   Didepan Ahok Rizal Mallarangeng Terang-Terangan Mengaku Sebagai Pendukung 'AHY'

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengakui jalan terjal siap menanti ketika dirinya berkeras menuruti kemauan Teman Ahok dengan maju Pilkada DKI lewat jalur independen alias perseorangan. “Kalau kalan perseorangan, saya mesti tandatangan puluhan ribu (berkas dukungan). Kalau pakai partai misalnya Golkar dukung, cuma butuh tiga materai. Nah kamu mau tempuh yang mana?,” ungkap Ahok.

loading...