Mayat Wanita Cantik Dalam Box Tupperware Itu Pegawai Bank Nyambi Jadi PSK High Class

Farah Nikmah
Terungkap sudah misteri mayat dalam box tupperware di kubangan air kolong Tol Jorr W 1 KM 00, Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/7/2016. Mayat wanita berjilbab itu ternyata pegawai Bank Bukopin yang diduga nyambi sebagai pekerja seks komersial (PSK) kelas atas (high class). Namanya Farah Nikmah Ridallah. Farah dibunuh teman kencannya Calvin Soepargo (52).

Calvin merupakan pengusaha burung walet. Sebelum dibunuh, Calvin melakukan hubungan badan dengan Farah. Calvin membayar jasa Farah Rp 4 juta untuk sekali kencan. Calvin lantas menghabisi nyawa Farah di Apartemen Aston Marina Tower B lantai 27 karena sakit hati. Setelah membunuh korban, Calvin berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang harta benda milik Farah ke aliran Kali Gunung Sari, Ancol.

Baca:   15 Fakta Pembunuhan Cewek Sukabumi Oleh Kekasihnya Usai ML di Kamar

Meski berusaha menghilangkan jejak, polisi tetap berhasil menemukan tersangka dan menangkapnya pada Rabu (13/7/2016) dinihari. Kepada polisi, Calvin menceritakan awal pertemuannya dengan korban. Calvin mengatakan, dia mengenal korban melalui seorang temannya pada 8 Juli 2016 lalu. Selang beberapa jam setelah kenal, pelaku mengajak korban berkencan di apartemennya.

Tiba di apartemen, Farah sempat berbincang di lobi dengan Calvin. Keduanya lalu naik ke kamar Calvin dan melakukan hubungan badan sekitar pukul 21.00 WIB. Farah mendapat imbalan Rp 4 juta dari Calvin. Keduanya lalu tidur bersama hingga pagi. Keesokan harinya, pada Sabtu, 9 Juli 2016, Farah dan Calvin makan siang di lantai dua Apartemen Aston Marina. Calvin kembali mengajak berhubungan badan, tapi Farah menolaknya sambil berkata ‘Kamu keluarnya cepet, ngapain diterusin lagi, lagian saya juga sudah dicari orangtua saya’.

Baca:   Dijual Pacar, Siswi SMP Sudah Layani 24 Pria Hidung Belang

“Pelaku mengajak korban melakukan hubungan intim, kemudian saat makan siang pelaku mengajak lagi. Tetapi korban menolak dan menyinggung perasaan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman di Polsek Penjaringan, dikutip dari Pojoksatu.id, Rabu (13/7/2016). Ucapan dan penolakan Farah Nikmah Ridallah membuat Calvin sakit hati. Calvin lantas membunuh Farah Nikmah Ridallah secara spontan.

“Pembunuhan itu dilakukan spontan. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku berusaha menghilangkan jejak. Digunakanlah kapur barus untuk menghilangkan bau tidak sedap itu,” tandas Yuldi.