Memalukan, Anggota Polisi Pamerkan Kemaluan ke 2 Wanita

anggota-polisi

Apa yang dilakukan oleh polisi yang satu ini benar-benar sudah diluar akal sehat. Bagaimana tidak, ia memamerkan kemaluannya pada dua wanita, seorang gadis dan juga ibu rumah tangga. Polisi berinisial Brigadir BD (30) itu melakukan aksi tak terpujinya di Jalan Letjend Harus Sohar, Lorong Santoso, RT 32, Kecamatan Sukojadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu 2 Agustus 2015 sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kelakuannya, polisi tersebut nyaris dihajar massa.

Kejadiannya bermula saat pelaku yang sedang tidak berseragam melintas di TKP dan melihat korban, Ajeng 19 tahun yang baru tiba di rumahnya. Tiba-tiba, pelaku memelorotkan celana pendek yang dipakainya dan memamerkan kemaluannya ke korban. Korban pun teriak sekencangnya. Kemudian, pelaku berjalan kembali tak jauh dari lokasi pertama. Lagi-lagi pelaku memamerkan kemaluannya ke seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Siti Rohani.

Baca:   Memalukan, Wanita Ini Kencing di Lift Sambil ditungguin Pasangannya

Kedua korban akhirnya menemui ketua RT setempat, Mustakim, untuk melaporkan kejadian yang baru dialaminya. Bersama warga, ketua RT mengejar pelaku. Ternyata pelaku melarikan diri dan berhasil ditangkap di Jalan Adi Sucipto, Komplek Angkatan Udara, Palembang, yang tak jauh dari lokasi. Beringas, ratusan warga yang kebetulan ada hajatan di lokasi, menghajar pelaku hingga babak belur. Setelah puas, barulah diserahkan ke kantor polisi, dikutip dari Merdeka.com.

Baca:   Diputuskan Pacarnya, Pria Ini Nekad Bunuh Diri Terjun dari Pesawat Yang Sedang Terbang

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Nurhadiansyah membenarkan sudah mengamankan pelaku yang berstatus sebagai anggota polisi. Pihaknya belum memberikan keterangan terkait motif pelaku memamerkan kemaluannya tersebut. Namun, pelaku diketahui sudah memiliki istri. “Benar, kemarin kita amankan oknum polisi yang diduga memamerkan kemaluannya ke dua orang wanita,” ungkap Nurhadiansyah, Senin 3 Agustus 2015.

Atas ulahnya, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat Pasal 281 KUHP tentang melanggar kesopanan di muka umum. “Saksi sudah kita mintai keterangan, termasuk ketua RT setempat,” pungkasnya. Aneh-aneh saja, ya. Bukannya jadi polisi yang mengayomi masyarakat tapi justru menyusahkan.

loading...