Membingungkan, orang ini ada di Tanah Abang dan juga Kampung Pulo

M-Rifki

Sesosok pria yang menggunakan peci merah sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pria tersebut mengaku perwakilan warga Kampung Pulo dan juga Tanah Abang. Netizen pun merasa bingung dengan asal usul pria tersebut yang diketahui memiliki nama Muhammad Rifky atau Eky Pitung. Merasa jadi bahan pembicaraan, Eky Pitung pun merasa bahwa ada pihak yang hendak membunuh karakternya.

“Ini kayak ada orang yang lagi membunuh karakter saya. Seperti pribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu,” kata Eky kepada Kompas.com, Senin 24 April 2015. Menurut dia, pemberitaan yang ada kini simpang siur. Meski tidak tinggal di Kampung Pulo, Eky mengaku merupakan warga Betawi asli yang lahir di Kampung Pulo. Kemudian, orangtua serta pamannya juga menetap di kawasan tersebut sejak dulu. Orangtuanya, kata dia, hingga saat ini masih menetap di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarti Timur.

Baca:   Mengerikan! Juni 2016 Bumi Terancam Dilanda Kelaparan Total?

Sejak kecil, dia mengaku kerap mondar mandir di Kampung Pulo dan berbaur dengan anak-anak asli sana. Hingga saat ini pun, lanjut dia, KTP-nya masih berdomisili di Kebon Pala, Jatinegara. Padahal sudah 15 tahun terakhir ini, dia menetap di Rawa Belong, Sukabumi Utara, mengikuti sang istri.

“Ketika saya sudah besar, warga Kampung Pulo sudah tahu kalau saya akan jadi aktivis. Saya akhirnya menjadi Wakil Ketua Umum DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Namanya juga saya organisasi, ketika ada warga Solo, Batam, Kalimantan yang harus saya bela, apa saya diklaim warga di situ juga? Lucu saja ini,” kata Eky.

Baca:   Seram! Arwah Yuyun Sedih Meja dan Kursinya dibuang ke Gudang

Lebih lanjut, ia mengaku akan terus memperjuangkan hak warga Kampung Pulo. Menurut dia, warga Kampung Pulo harus dapat uang kerahiman seperti yang dijanjikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini sudah menjadi Presiden, Joko Widodo. Dia pun mengklaim telah ditunjuk warga Kampung Pulo sebagai pendamping warga. “Saya tawakal saja dan tetap bela Kampung Pulo dalam konteks penggantian hak mereka,” kata Ketua Bidang Organisasi dan Keormasan Bamus Betawi itu.