Mengerikan Deh! Bidan Gadungan Lulusan SMP Ini Tarik Kepala Bayi Hiangga Putus Saat Persalinan

bidan-gadungan

Sungguh memilukan apa yang dialami wanita bernama Yanti (23), seorang wanita hamil yang hendak melahirkan bayi yang dikandungnya. Dibantu seorang bidan desa, ia harus rela kehilangan bayinya karena mengalami nasib tragis saat hendak melahirkan. Kepala bayinya terputus saat proses persalinan, sedangkan badan bayi masih tertinggal dalam kandungan.

Yanti dilarikan ke RS Medical Center, JL. Pajajaran Indah V no.97, Kota Bogor, Jawa Barat, untuk mengeluarkan badan bayi yang masih tertinggal di rahimnya usai kejadian tersebut pada Rabu (14/9/2016) malam. Kapolres bogor, AKBP Andi Moch Dicky saat dihubungi, dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (17/9/16) membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskannya, pihaknya sedang memeriksa tiga saksi,tersangka bidan gadungan memasang papan nama klinik bersalin di depan rumahnya untuk membuat yakin para pasiennya. Sedangkan sang ibu bayi perempuan itu masih menjalani perawatan di rumah sakit dan badan bayinya sudah dikeluarkan dari rahimnya oleh pihak RS Medical Center bogor jawa barat.

Baca:   Sadis! Istri bunuh suami lalu dagingnya disajikan buat anak

Ditambahkan kapolres, pihaknya sudah menggatakan, dalam menjalankan profesinya, tersangka memang senggaja memasang papan nama klinik bersalin di depan rumahnya.

“Mendapat laporan keluarga korban dan informasi warga setempat, petugas langsung menangkap tersangka( DS) bidan gadungan tersebut dirumahnya. Kami juga sudah mencabut papan namanya dan dari hasil penyelidikan (DS) 37thn adalah bidan gadungan yang hanya bertamatan SMP. Pengakuan DS saat dimintai keterangan mengatakan bahwa bayinya sudah meninggal saat dalam kandungan sehingga ketika ia menariknya bisa begitu mudah terputus,” ujarnya membela diri.

Baca:   Bus Terjun ke Jurang, Postingan Terakhir Guru Cantik Ini Banjir Doa di Sosial Media

Amirudin, salah satu anggota keluarga mengatakan, malam itu yanti dibawa ke rumah bidan persalinan berinisial DS untuk melahirkan anaknya. Namun, saat anggota keluarga mencuci pakaian bekas persalinan terkejut karena menemukan kepala bayi didalamnya. “Awalnya kami nggak tahu bayinya sudah meninggal.Bidannya bilang masih dalam proses menunggu,” katanya.

Akibat perbuatannya, DS dijerat undang-undang kesehatan dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Wanita yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga itu harus mendekam di Mapolres Bogor kota.