Mengerikan! Ini tanda-tanda tahi lalat yang sebabkan kanker

tahi-lalat-berbahaya

Setiap orang yang punya kendaraan pasti selalu rutin untuk melakukan check up terhadap ban dan juga berbagai macam hal lainnya yang berkaitan dengan kendaraan itu agar selalu dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan. Namun, tidak banyak yang mengatakan selalu rutin untuk melakukan check up terhadap tubuh mereka sendiri berkaitan dengan masalah kesehatan.

Tahi lalat, misalnya, harus diperiksa setiap bulan untuk mengetahui penyimpangan yang mungkin mengindikasikan masalah seperti kanker kulit. Seperti dilansir dari Pojoksatu.id, Jumat (11/12/2015), berikut ini 10 bahaya tahi lalat yang harus kamu cari tahu ketika kamu memeriksa tahi lalat dan bintik-bintik pada tubuh kamu.

1. Warna Perubahan
Tanda pertama dari tahi lalat berpotensi kanker adalah perubahan drastis dalam hal warna. Untuk tahi lalat yang gelap, coklat, abu-abu berubah tidak konsisten dalam warna seperti hitam di tengah, putih, merah, atau pink, maka kondisi ini harus dicek oleh dokter kamu.

Baca:   7 Trik mencegah penipisan rambut

2. Tahi lalat berkembang
Sebuah tahi lalat yang memiliki inkonsistensi, misalnya itu transisi dalam warna, bentuk, tinggi, atau tekstur permukaan mungkin akan berbahaya atau tidak sehat dan harus Diperiksa oleh seorang dokter.

3. Warna kabur
Tahi lalat yang sehat memiliki perbatasan di sekitar bagian luar lingkar. Namun, melanoma (kanker atau mol) cenderung muncul kabur atau tidak teratur di sekitar tepi luar.

4. Nyeri
Setiap tahi lalat yang menjadi tanda kanker kulit akan menyebabkan rasa sakit atau lunak saat disentuh, terutama jika tahi lalat memancarkan cairan atau darah. Kunjungi dokter kamu segera untuk menguji kulit kamu.

Baca:   Wow! Ternyata Susu Kecoa Jauh Lebih Sehat daripada Perahan Susu Sapi, Kamu Mau Coba?

5. Ukuran
Tahi lalat yang sehat tidak tumbuh setiap hari menjadi lebih besar dalam ukuran dari 6 milimeter (atau ΒΌ inci) lebar. Jika kamu memiliki tahi lalat yang besar atau secara bertahap tumbuh dalam ukuran besar, maka butuh pemeriksaan medis untuk menentukan apakah itu kanker atau bukan.

6. Asimetri
Tahi lalat yang sehat biasanya simetris, yang berarti mereka sama-sama berukuran (atau kedua belah pihak akan cocok jika dilipat dua). Jika kamu menemukan tahi lalat yang tidak merata, kamu mungkin harus memeriksakannya ke dokter.

7. Luka yang Tidak Sembuh
Sebuah tahi lalat baru baru akan terasa sakit yang tidak akan sembuh, meski berapa banyak kamu membersihkan dan memberikannya salep. Kamu mungkin bisa terkena risiko positif kanker kulit.

Baca:   5 Cara Menjaga Kebersihan Vagina Agar Tidak Bau

8. Perdarahan dan scabbing
Perhatian khusus harus dibayar untuk setiap tahi lalat yang kental, kasar, kering atau bersisik di permukaan kulit, terutama jika itu gatal. Setiap tahi lalat yang berdarah atau tumbuh membesar, maka butuh dicek ke dokter spesialis.

9. Keturunan
Sayangnya, banyak masalah kesehatan kita diturunkan oleh anggota keluarga. Dalam kasus kanker kulit atau banyak tahi lalat yang mencurigakan, riwayat penyakit dapat menempatkan kamu pada peningkatan risiko.

10. Displastik Moles
Individu dengan tahi lalat displastik, yang mengacu pada tahi lalat besar dari 6 millimeters dalam ukuran dengan pusat gelap, dan tepi kabur, hampir dua kali lipat resiko terkena melanoma (kanker kulit).

loading...