Mengerikan! Kawin dengan ‘hantu’ lagi marak, 36 mayat tiba-tiba hilang secara misterius

kawin dengan hantu

Meskipun zaman sudah maju, namun masyarakat China masih percaya tahayul. Hingga saat ini tradisi kawin dengan ‘hantu’ di Shanxi China masih dipercayai dan kembali merebak. Sekitar 36 mayat dikabarkan hilang secara misterius dan diduga dicuri untuk dikawini. Wakil Direktur Polisi Daerah Hongtong, Lin Xu, mengatakan bahwa pernikahan dengan hantu telah mengakibatkan setidaknya 36 mayat hilang dalam tiga tahun terakhir.

Ini terjadi karena masyarakat di China mempercayai bahwa pria bernasib malang jika mati tanpa menikah. Untuk menghindari nasib buruk, keluarga pria yang mati akan mencarikan ‘pasangan’ dengan mencuri mayat wanita untuk dinikahkan. Mayat atau rangka wanita yang dicuri akan diikat dengan kawat logam sebelum dipakaikan dengan set persalinan. Selanjutnya, mayat wanita dikubur di sebelah mayat si pria.

Baca:   Model Cantik 17 Tahun Nyambi Jadi PSK, Tarif Rp 3,5 Juta Sekali 'Pakai'

Kegiatan mencuri mayat wanita itu mengakibatkan sejumlah warga di China mencoba untuk memeriksa ulang mayat keluarga mereka, khususnya mayat perempuan. Sementara itu, sebagian warga menguburkan keluarganya yang wanita di dekat rumah untuk mencegah dan menghindari aksi pencurian mayat. Seorang korban yang kehilangan mayat anggota keluarga perempuan, Guo Qiwen, mengatakan bahwa dia menemukan mayat ibunya yang dicuri beberapa minggu lalu.

“Saya telah menghabiskan sebanyak 50.000 yuan untuk menemukan mayat ibu. Saya merasa sedih dengan hilangnya mayat ibu saya,” ujar, seperti dilansir Pojoksatu.id, Sabtu (5/3/2016). Kepercayaan ‘mengawinkan’ mayat pria lajang dengan mayat wanita merupakan tradisi yang dipraktekkan masyarakat Cina sejak zaman pertengahan. Kegiatan itu sempat dilarang selama pemerintahan pemimpin komunis China, Mao Zedong pada 1949.

Baca:   Foto Bugil Wanita Ini Tiba-Tiba Ada Di Medsos, Ternyata Ulah Sopir Pribadi

Namun, oleh karena makin banyak penduduk ingin kaya, praktek mencuri mayat wanita muncul kembali di daerah pedalaman di provinsi Shanxi dan Henan. Menurut undang-undang Cina, seseorang yang mencuri mayat dapat dipenjara sampai tiga tahun dengan kasus terbaru melibatkan penahanan tiga pria yang mencoba menjual satu mayat wanita dengan harga 145,382 yuan.