Mengerikan! Mahasiswi Ini Potong Lidahnya Untuk Tuhan, Akibatnya Pun Fatal

mahasiswi potong lidah

Otak pintar tidak selalu menjadi jaminan orang untuk berpikir majul. Salah satunya bisa dibuktikan oleh mahasiswi 19 tahun ini yang rela memotong lidahnya sendiri untuk dipersembahkan kepada dewa atau tuhannya. Dilansir dari tribunnews.com, Jumat (19/8/2016), peristiwa ini terjadi di Kuil Kali di Bandar Dhaka, India beberapa waktu lalu.

Pelajar tersebut diketahui bernama Aarti Dubei, seorang mahasiswa di Madya Pradesh.¬†Pengakuan Kakak Aarti, Sachin peristiwa ini berawal dari mimpi bahwa Aarti akan buta huruf seketika. “Aarti menceritakan kepada saya bahwa ia pernah bermimpi dan mengatakan ia akan memberikan lidahnya untuk dewa sebagai ganti,” kata kakaknya, Sachin.

Baca:   Astaga! Suami Ceraikan Istri Hanya Gara-Gara Hal Sepele Ini, Alasannya Tidak Masuk Akal

Mendengar itu, Sachin, berpikir bahwa Aarti hanya bercanda. Dia sendiri tak menyangka jika Aarti akan melakukan hal tersebut kemarin siang. Ya, saat itu Sachin terkejut dengan kabar bahwa Aarti pingsan selama lima jam setelah memotong lidah, lalu memberikan potongan lidah ke dewa. Tak hanya itu, Aarti juga mengelilingi kuil dan patung dewa setelah tersadar.

Aksi Aarti ini membuat heboh seisi kuil. Polisi dan dokter lalu dipanggil untuk datang guna memeriksa kesehatan Aarti. Wanita tersebut juga dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan usai seluruh ritual dilakukan. Walau demikian, belum diketahui apakah lidah Aarti dapat disambung kembali atau tidak? Yang pasti, peristiwa mengejutkan tersebut membuat Aarti menjadi tak bisa bicara.

Baca:   Terkena Penyakit Aneh, Mata Bayi Ini Nyaris Keluar Dari Rongga Matanya, Butuh Uluran Tangan Anda

“Saya tidak pernah berpikir bahwa dia yang kuliah percaya dengan takhayul,” kata Sachi.

Shyam Mishra, seorang wartawan lokal bercerita insiden Aarti memberikan organ tubuh ke Tuhan merupakan yang kali ke sekian. “Sudah banyak kejadian orang-orang memberikan organ tubuh mereka ke Tuhan. Harapannya, impian mereka tercapai,” katanya.

“Tapi, kali ini kasus yang terjadi dia adalah orang yang berpendidikan. Biasanya orang yang melakukan itu adalah orang-orang yang berpendidikan rendah,” lanjutnya.