Menolak Berhubungan Intim, Rahmat Tega Tancapkan Cangkul di Kemaluan Eno

Eno-Korban-Pembunuhan

Motif pembunuhan yang dilakukan RA (15) atau Rahmat terhadap Eno Parinah, karyawati PT Polyta Global Mandiri mulai terungkap. Diduga pelaku tega mencangkul kemaluan Eno karena korban menolak ajakan pelaku untuk melakukan hubungan intim. Permintaannya ditolak, pelaku naik pitam dan gadis 19 tahun itu pun dicangkul kemaluannya dengan bantuan 2 teman pelaku. Akibatnya, Eno tewas mengenaskan dengan kemaluan ditancapi gagang pacul.

Pelaku diketahui berjumlah tiga orang. Diantaranya, Rakhmat alias Dayat dan Imam Pariadi alias Bogel. Selanjutnya, tersangka utama pembunuhan sadis, yakni Rahmat Alim (15), pelajar SMP yang tinggal di gang Musholla Mustaddin, Desa Jati Mulya, Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten. Versi pengakuan dari tersangka utama, seusai pertemuan, mereka berdua sempat berciuman. Namun, saat Rahmat ingin menyetubuhi korban, spontan hal itu ditolak oleh korban. Rahmat mengaku kesal, lalu keluar dari kamar korban.

Baca:   Pembunuh Sadis Eno Ternyata Pelajar SMP, Ini Motifnya...

Saat keluar dari ruangan, Rahmat bertemu dengan dua orang, yakni Dayat dan Imam Pariadi. Rahmat mengaku ditanya. “Apa yang lu lakukan di sini? Lu emang pacar Indah,” ujar Rahmat menirukan omongan R dan IP. Indah adalah nama lain dari korban. Lalu, Rahmat berkilah.”tak bang, aku tak pacarnya,” Jawab Rahmat, dikutip Rimanews.com, Senin (16/5/2016).

Rahmat kemudian mengajak dua orang tersebut ke kamar Eno, “Mungkin untuk memastikan” ujar Rahmat. Selanjutnya, saat di kamar Eno, IP langsung membekap wajah korban dengan bantal. Sedangkan Rahmat mencari pisau di dapur. Di karenakan tak ditemukan pisau dapur, setelah itu Rahmat meninggalkan ruangan dengan maksud mencari sesuatu yang lain dari pisau. Dia melihat cangkul, tak jauh dari kamar korban.

Baca:   Tragis! Selingkuh, Kakek dan Nenek Tewas Bugil dan Alat Vital Hilang

Setelah itu, Rahmat mengambil cangkul dan kembali ke kamar korban. Di kamar Eno, IP masih membekap wajah korban dengan bantal. Sementara itu, orang-orang yang berinisial R memegang kaki korban. Selanjutnya, mereka menyiksa Eno. R dan IP keluar kamar karena jijik melihat kondisi korban berlumuran darah. Tapi, Rahmat kembali untuk memastikan korban sudah mati atau tidak.

Melihat korban masih bernapas. Rahmat masih kesal dengan perlakuan korban yang menolak untuk diajak berhubungan intim. Dia langsung menggigit payudara korban kiri hingga membekas. Seusai korban tak berdaya, maka Rahmat memegang kaki korban ke kanan dan membukanya. Dalam keadaan terkangkang, Rahmat menancapkan gagang cangkul sepanjang 80 cm hingga Eno akhirnya meninggal. Setelah itu, Rahmat mengambil ponsel milik korban.