Menyeramkan! Makhluk halus leak ditangkap di Bali, namun…

makhluk leak

Warga Bali dibuat heboh dengan sebuah postingan di Facebook berkaitan dengan penangkapan makhluk halus leak di Desa Jumpai, Klungkung, Bali beberapa waktu lalu. Namun setelah dicek kebenarannya, ternyata kabar itu tidak benar dan hanya isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Meskipun begitu, isu penangkapan leak di Bali sudah membuat resah warga Jumpai.

Ngurah Putra, 24, mengaku sempat resah dengan isu yang beredar. Berdasar penelusuran Baliexpressnews.com (JPNN Group) pemilik akun penyebar leak tertangkap di Desa Jumpai itu adalah Gung Alit. Yang bersangkutan memasang gambar wanita dengan wajah seram dan kuku tangan memanjang. Sosok tersebut tampak jongkok dengan rambut terurai serta menatap kamera. Pasca di share, postingan tersebut langsung mendapat 39 ribu like.

Baca:   Foto istri-istri anggota DPR pelesiran ke Jepang beredar di sosial media

Jelas saja kondisi itu membuat warga Jumpai resah. “Saya sempat kaget dengan postingan itu. Apalagi disebut leak itu ada di desa saya,” ujar Ngurah Putra. Putra sendiri membantah kalau isu tersebut benar. Dia menuding isu yang diembuskan itu hoax. Perbekel Jumpai I Wayan Sudiarna ketika di hubungi juga membantah kabar tersebut. Pihaknya mengaku mendapat informasi soal postingan tersebut dan itu tidak benar.

Baca:   5 Kasus Pembunuhan Yang Sempat Bikin geger Indonesia

“Saya tahu isu tersebut pagi tadi, setelah itu saya cek. Dan, saya pastikan hal itu tidak benar,” ujarnya. Sudiarna mengaku sempat mengecek pemilik akun tersebut dan mengaku tidak kenal. “Saya tidak tahu dan tidak kenal pemilik akun itu,” ujar Sudiarna. Sudiarna sendiri mengakui kalau ulah tersebut telah membuat resah Desa Jumpai. Untuk itu pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait postingan tersebut di media sosial.

Baca:   Parah! Sumanto tidur saat tampil di TV sebagai bintang tamu

Diakui Sudiarna kalau isu tersebut sempat membuat masyarakat yang tinggal di luar desa menanyakan kebenaran tersebut. “ini sudah mencoreng nama baik, saya akan segera klarifikasi,” ujarnya. Hal yang sama juga dikemukakan Bendesa Adat Jumpai Wayan Marpa. Dirinya membantah ada kejadian tersebut. Pihaknya menilai hanya orang iseng yang mencari sensasi.

Pihaknya malah sempat mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat untuk membahas sekaligus mencari kebenaran informasi tersebut. Dan setelah dilakukan pengecekan ternyata isu tersebut tidak benar.

loading...