Menyusui Bayi Saat Sidang DPR, Wanita Ini Bikin Heboh

anggota-DPR-susui-bayi

Menyusui bayi dimanapun dan kapan pun memang hak setiap wanita. Namun wanita yang satu ini justru bikin heboh karena menyusui bayinya yang berumur 8 bulan saat sidang berlangsung. Kontan, aksi wanita bernama Victoria Donda Perez 47 tahun yang juga politisi anggota DPR Argentina jadi bikin heboh. Saat menyusui, Victoria mengambil gambar dan mengunggahnya ke sosial media.

Gambar-gambar itu pun memicu reaksi pro dan kontra di media sosial. Para pengguna media sosial yang pro dengan aksi Perez memujinya sebagai contoh ibu yang penuh kasih meski sibuk bekerja. Perez pernah menjadi anggota Kongres Argentina pada tahun 2007 dan dijuluki “Dipusex”.

Baca:   14 Video panas Indonesia paling heboh, dari artis hingga anggota DPR

“Ketika bayi Anda menangis, semua yang Anda inginkan adalah menenangkannya. Saya mengaguminya karena banyak ibu meninggalkan anak-anak mereka di penampungan meskipun air susu ibu (ASI) jauh lebih baik daripada makanan,” bunyi komentar salah satu pengguna media sosial yang membela tindakan Perez, seperti dikutip dari Sindonews.com.

Tapi banyak juga pengguna media sosial yang tidak setuju dengan aksi Perez yang dianggap sebagai sensasi. “Baiklah, tapi dia harus menutupi payudaranya dengan salah satu bra khusus. Anda tidak perlu berkeliaran di lingkungan sekitar dengan menunjukkan payudara Anda,” bunyi komentar pengguna media sosial yang kontra dengan aksi politisi wanita Argentina itu.

Baca:   Wow! ini 7 batu akik paling dicari di tahun 2016

Tindakan Perez yang menyusui bayinya saat sidang parlemen mengingatkan kejadian serupa pada tahun 2003 di parlemen Victoria. Saat itu, anggota parlemen dari Partai Buruh, Kirstie Marshall diminta untuk meninggalkan Parlemen Negara karena dia menyusui putrinya yang baru berusia 11hari saat sidang parlemen.

Kebijakan terhadap Kirstie itu memicu peredebatan tentang hak-hak bayi dan ibu di tempat kerja. Bagaimana pendapat kamu dengan aksi Victoria? Apakah kamu termasuk yang mengecam atau justru mendukungnya.