Meski Miskin, Negara Ini Punya Sistem Jaminan Kesehatan Terbaik dunia, Kapan Indonesia Bisa Tiru?

sistem-kesehatan-BPJS

Niat pemerintah untuk memberi jaminan kesehatan terbaik bagi rakyatnya masih harus melalui jalan panjang. Hal itu, karena BPJS kesehatan yang kini sudah berjalan ternyata dianggap haram oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) karena tidak sesuai syariah islam. Sejumlah orang pun bertanya-tanya mengenai alasan MUI menyatakan BPSJ kesehatan haram sekarang ini, bukan dari awal.

Pemerintah sesungguhnya berniat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat karena hal itu adalah amanat dari Undang-Undang Dasar. Sejumlah negara di dunia selama ini juga sudah menerapkan hal yang sama. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kuba adalah contoh negara yang menerapkan sistem jaminan kesehatan terbaik di dunia. Sistem kesehatan di Kuba dikenal memberikan layanan terbaik dan efisien.

Meski negara komunis di Amerika Latin itu termasuk miskin tapi Kuba berhasil menjamin seluruh rakyatnya punya akses terhadap layanan kesehatan. “Kuba adalah satu-satunya negara yang sistem kesehatannya terkait dengan penelitian dan pembangunan. Ini sungguh maju karena kesehatan manusia bisa ditingkatkan lewat inovasi,” kata Direktur Umum WHO Margaret Chan ketika melawat ke Havanan, Kuba, pada Juli tahun lalu, seperti dilansir situs Huffington Post, dikutip dari Merdeka.com, 31 Juli 2015.

Baca:   Hirup Bau Kentut Bisa Cegah Kanker dan Perpanjang Umur?

Chan juga memuji cara pemerintah Kuba menjadikan kesehatan sebagai salah satu pilar penting pembangunan. Para ahli bahkan menyebut kondisi yang dialami Kuba sebagai Cuban Health Paradox atau Paradoks Kesehatan Kuba. Pasalnya negara itu miskin tapi rakyatnya termasuk yang paling sehat di dunia. Menurut data Bank Dunia, angka harapan hidup bagi rakyat Kuba yang lahir pada 2011 mencapai 79 tahun, lebih panjang ketimbang bayi baru lahir di Amerika Serikat. Tapi ekonomi Amerika delapan kali lebih besar dari Kuba.

Laporan dari the New York Times menyebutkan, angka kematian anak di Kuba di bawah usia lima tahun juga tergolong yang terkecil di dunia. Dilihat dari ukuran ekonominya, Kuba cukup luar biasa menjaga anak-anak tetap sehat. “Saya sering ditanya, mengapa negara miskin ini justru sangat sehat? Tapi sekaligus saya juga ditanya, mengapa negara sehat ini miskin?” ujar Jerry Spiegel, profesor di Universitas British Columbia School of Population and Public Health yang sudah meneliti sistem kesehatan di Kuba selama 15 tahun.

Baca:   Hati-hati! Jangan sembarangan gunakan kertas pembungkus makanan

Sistem pelayanan kesehatan di Kuba sangat dihormati di seluruh dunia dan dijadikan percontohan bagi negara dunia ketiga atau negara berkembang. Salah satu kelebihannya adalah program dokter keluarga, yang ada di setiap kota kecil dan memberikan layanan gratis bagi keluarga-keluarga yang ada di sana. Saat ini Kuba sanggup mendistribusikan satu dokter untuk tiap 200 warga, jauh lebih ideal dibandingkan Amerika Serikat yang hanya satu dokter untuk 400 warga.

Kematian bayi paling rendah di Amarika Latin, begitu juga usia harapan hidupnya yang paling tinggi di wilayah tersebut. Kuba sejauh ini menggelontorkan dana cukup besar untuk kebutuhan kesehatan dasar bagi rakyatnya. Pemerintah mengirimkan dokter-dokter dalam jumlah banyak ke pelosok-pelosok untuk memastikan setiap warga terlayani kesehatannya.

Selain itu sejak 1963 Kuba juga sudah mengirimkan dokter-dokter dan perawat ke negara-negara berkembang untuk membantu kaum miskin. Saat ini ada sekitar 30 ribu pekerja medis Kuba tersebar di lebih dari 60 negara di dunia. Nah, sepertinya tidak ada yang salah, kan kalau pemerintah Indonesia bisa meniru sistem kesehatan negara Kuba?