Microsoft Berinvestasi di Bisnis Ganja, Apa Yang Terjadi?

daun ganja

Di beberapa negara seperti Indonesia, ganja digolongkan sebagai narkoba dan dilarang peredarannya oleh negara. Namun, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, peredaran ganja masih diperbolehkan. Namun yang mengejutkan, perusahaan raksasa Microsoft belakangan ini diketahui berinvestasi di bisnis ganja Negeri Paman Sam. Apa yang terjadi?

Jangan salah paham dulu, ternyata Microsoft tidak jualan ganja, tetapi berinvestasi ke sebuah start-up yang membantu pemerintah dan pelaku bisnis mengawasi penjualan ganja. Start-up tersebut adalah Kind Financial. Kind sendiri sudah tiga tahun menyediakan program komputer khusus untuk mengawasi penjualan ganja legal di beberapa negara bagian Amerika yang memang memperbolehkan penjualan ganja, seperti Washington DC yang notabene kota markas Microsoft.

Baca:   Heboh! Ada Penampakan 'Manusia Raksasa' di Google Street View

Dukungan dari Microsoft membantu Kind untuk menjalankan program pengawas bisnis ganja mereka ‘Agrisoft Seed’ di media penyimpanan awan (cloud) Azure milik Microsoft. Program Agrisoft Seed ini khusus dibuat untuk Pemerintah Amerika, demikian dilansir dari Merdeka, Minggu (19/6/2016).

Selain keuntungan tadi, Microsoft juga bakal membantu Kind mengawasi peredaran ganja agar tidak masuk kepasar gelap. Hasilnya, platform Microsoft Azure diharapkan mampu mendorong jual beli ganja agar tetap sesuai aturan pemerintah.

loading...