Miris! Bocah SD Pacaran Seminggu, Masuk Kamar Deh…

Bocah-SD

Seorang bocah SD sudah berani melakukan hubungan intim dengan pacarnya bernama AS (20) padahal baru pacaran seminggu. Sebagai akibat dari perbuatannya mencabuli bocah SD, AS harus menanggung risikonya dengan hukuman penjara 6 tahun. Hukuman dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Sampit. AS dihukum karena terbukti berhubungan badan dengan pacarnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

AS mengaku menerima vonis tersebut dan siap menjalani kehidupan baru di dalam penjara. “Saya menerima yang mulia,” ucap AS singkat dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sampit, Rabu (27/4/) lalu, dikutip dari Pojoksatu.id. Selain dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, terdakwa juga didenda sebesar Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Baca:   Terganggu Saat Merokok, Pengasuh Tega Cekik Balita Hingga Tewas, Begini Kronologisnya

AS dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, sebagaimana pasal 81 ayat (1),(2) UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan penjara kepada terdakwa.

Baca:   Foto hot Ketua DPRD dan guru SMKN di hotel bikin heboh

AS mendekam di jeruji besi atas perbuatannya mencabuli pelajar kelas V SD yang ketika itu masih berumur 12 tahun. Perbuatan bejat DK dilakukan pelaku pada 12 Oktober 2015 sekitar pukul 04.00 WIB di rumah korban di Jalan Ulin Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Telaga Antang, Kotawaringin Timur (Kotim). Pencabulan bocah SD dilakukan pelaku ketika orang tua korban sedang tak ada di rumah. AS mengaku menjalin asmara dengan korban, dan hubungan suami istri dilakukan atas dasar suka sama suka.

Baca:   Foto Ahok gotong mayat seorang muslim bikin geger medsos

AS mengaku, dia pacaran dengan anak SD selama seminggu. AS tidak sanggup menahan nafsu birahinya ketika menginap di rumah korban. Pria berambut ikal itu kemudian mengajak korban berhubungan badan di dalam kamar. Kepada korban, dia berjanji akan bertanggung jawab jika bocah SD itu hamil. Rupanya aksi pelaku diketahui orang tua korban. Akhirnya, orang tua korban melaporkan pelaku ke polisi atas tuduhan pencabulan anak di bawah umur.

loading...