Misteri Penyebab Keju Swiss Berlubang Terungkap

keju-swiss

Bagi kamu yang doyan makan keju, maka pasti pernah menemukan lubang pada keju tersebut, terutama keju Swiss. Nah, terkait dengan lubang-lubang kecil pada keju, sejumlah ilmuwan mengatakan telah menemukan penyebab munculnya lubang tersebut. Menurut mereka, lubang tersebut timbul karena ember-ember kotor yang digunakan untuk menampung susu.

Hal itu bertentangan dengan tayangan sejumlah film kartun selama bertahun-tahun, ternyata lubang-lubang keju itu bukan bekas gigitan tikus dan juga tidak dihasilkan oleh karbon dioksida yang dilepaskan oleh bakteri, seperti yang diyakini oleh karya ilmiah. Sebaliknya, sebuah laboratorium di Swiss mengatakan lubang terbentuk dari flek-flek jerami. Baca juga [Ilmuwan Swiss Ciptakan Mesin ATM Yang Bisa Nyemprot Maling Dengan Bahan Kimia]

Baca:   Wajib Tahu: Tanda-Tanda Seseorang Ingin Bunuh Diri

Agroscope, lembaga pertanian pemerintah, mengatakan bahwa partikel-partikel jerami kecil mikroskopis berjatuhan ke ember-ember penampung susu, dan berkembang menjadi lubang-lubang besar pada saat keju matang. Namun, proses ini hanya mempengaruhi beberapa keju di Swiss, seperti Emmental dan Appenzell, demikian lansir BBC.

Agroscope mengatakan temuan ini menjelaskan mengapa lubang-lubang keju tampak lebih sedikit di Swiss selama 15 tahun terakhir, sejak adanya metode pemerahan modern, yang mengurangi jumlah jerami jatuh ke dalam wadah. Para ilmuwan sampai kepada kesimpulan mereka, usai menambahkan sejumlah kecil debu jerami ke dalam susu dan mengubahnya menjadi keju dalam waktu 130 hari.

Baca:   Muncul Secara Tiba-Tiba, Masjid Ini diyakini Dibangun Oleh Pasukan Jin

Penelitian ini belum dikaji oleh sesama ilmuwan. Teori yang menyatakan bahwa bakteri menyebabkan sejumlah lubang pada keju telah ada sejak tahun 1917, setelah penemuan yang diterbitkan oleh seorang ilmuwan AS, William Clark. Industri keju menyebut lubang-lubang itu sebagai ‘mata’ dan setiap keju tanpa ‘mata’ akan disebut ‘buta’ alias bukan keju asli lagi. (Inilah)