Mohamad Sanusi, Politisi Gerindra ditangkap KPK, Ruhut: Maling teriak maling

Ketua-fraksi-gerindra

Ruhut Sitompul yang juga merupakan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, menilai bahwa Anggota DPRD DKI asal Fraksi Gerindra M Sanusi selama ini paling sering menuding Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Namun kenyataannya, Sanusi justru yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Ini kan namanya maling teriak maling,” kata Ruhut saat dihubungi, dikutip oleh laman Kompas.com, Senin (1/4/2016). Anggota Komisi III DPR ini menilai, sejak Ahok memutuskan meninggalkan Partai Gerindra, para politisinya mulai panik dan “kebakaran jenggot”. Mereka berusaha menyerang Ahok dengan berbagai cara. Namun, lanjut Ruhut, apa yang menimpa Sanusi ini setidaknya menjadi pelajaran bagi para politisi, khususnya yang selama ini kerap menyerang Ahok.

Baca:   Waspada! Ada 144 aliaran sesat 'berkeliaran' di Jawa Barat

Mereka diminta berkaca diri terlebih dahulu. “Semua politisi Gerindra sebaiknya belajar menunjuk dirinya sendiri sebelum menunjuk orang lain,” kata Ruhut yang mengakui sebagai Timses Ahok ini. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya membenarkan bahwa kader partainya, Sanusi, ditangkap tangan oleh KPK. “Ya memang sudah kami cek bahwa yang itu kader kami bernama Mohamad Sanusi,” kata Dasco.

Baca:   Benarkah, Opsi Pertama PDI-P Ahok dan Djarot di Pilkada DKI 2017?

Istri Sanusi, Naomi Shallima, juga membenarkan. Namun, ia tidak tahu kasus apa yang menimpa suaminya. KPK melakukan operasi tangkap tangan dalam dua kasus yang berbeda pada Kamis (31/3/2016). Namun, KPK masih belum mau mengungkap identitas pelaku yang ditangkap dan rincian kasus yang didalami. Soal kasus yang menjerat Sanusi, KPK baru akan menjelaskan pada sore nanti. Namun, ruang kerja Sanusi dan ruangan Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik sudah disegel.