Muncul Gerakan Dukung Tri Rismaharini Maju di Pilkada DKI 2017

Tri Rismaharini

Gerakan mendukung Tri Rismaharini kini muncul di media sosial Twitter. Meskipun Risma sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Walaupun begitu, nama Wali Kota Surabaya itu selalu muncul dalam elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta. Akun Twitter @Karisma_Jakarta mendukung Risma untuk maju sebagai calon gubernur dengan tagar #BekerjaDgnHati.

Belum diketahui siapa penggagas dari gerakan tersebut. Sementara itu, kendati pendaftaran cagub DPD DKI Jakarta PDI-P telah ditutup, Risma masih bisa dicalonkan. “Risma masih bisa maju melalui DPP Partai,” kata Bendahara DPD Adi Widjaja, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (7/5/2016). Pihak DPD sendiri menyatakan, hingga penutupan, hanya ada ada dua nama kader internal yang diusulkan oleh DPC di DKI, yaitu Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat.

“Semua kader yang bagus bisa saja diusulkan, tapi dari DPD DKI beliau (Risma) tidak mendaftar,” ujarnya. PDI-P kini memegang 34 daftar nama calon. Nama-nama tersebut akan mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan pada Rabu (11/5/2016) mendatang. Selanjutnya, setelah nama dikerucutkan, akan diserahkan ke DPP untuk dipilih.

Baca:   Risma Tolak Ikut Pilkada DKI Karena Ada Yang Punya Kepentingan di Surabaya?

Kata PDI-P Soal Poster Dukung Tri Rismaharini Jadi Gubernur DKI

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta Bambang DH membantah pihaknya telah membuat poster dukungan pencalonan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma sebagai Gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. “Saya tidak tahu (poster) itu dari mana. Mungkin karena memang ada yang berambisi (maju Pilkada DKI), karena malu-malu kucing, pinjam tangan orang seolah didukung orang. Aku tahu rekayasa itu,” kata Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (6/5/2016).

Baca:   Kembali Anggota DPR Tidur Saat Sidang Paripurna

Ia mengatakan, PDI-P memiliki banyak kader berkualitas. Tidak hanya Risma, menurut dia, masih banyak kader PDI-P yang belum tersentuh oleh media. “Begini lho, stok PDI-P banyak sekali yang bagus, cuma 1-2 orang (kader PDI-P) yang dikenal media. Padahal, kader yang baik dan tidak mau mengekspos diri di media banyak,” kata mantan Wali Kota Surabaya itu.

Terkait pencalonan gubernur DKI Jakarta, Bambang mengatakan bahwa hal itu dilakukan sesuai mekanisme partai. Terlebih lagi, PDI-P merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. “Sebagai gambaran, ada kader yang kecenderungannya tidak mau ekspos diri atau melobi media biar dimuat, itu kan menyesatkan. Saya enggak ingin menyajikan menu sesat, kasihan masyarakatnya,” kata Bambang.