Nachrowi Ramli: Namanya yang benar Ahok atau Aceng neh?

Nachrowi Ramli

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli menyatakan bahwa hingga saat ini partainya belum menentukan calon mana yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Nachrowi mengatakan bahwa untuk menentukan cagub diperlukan proses penjaringan dan juga keputusan ada di majelis tinggi partai. Saat proses penjaringan, Nachrowi menyebut, akan ada sejumlah kriteria yang nantinya akan dipertimbangkan dari seorang tokoh.

Salah satunya adalah latar belakang tokoh yang bersangkutan. Ia kemudian mencontohkan dua tokoh, calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan salah satu bakal calon gubernur, Sandiaga Uno.

“Sandiaga Uno, padahal di tengahnya ada Salahuddin. Makanya, akta kelahirannya mesti dicek. Sebab, bisa saja itu bodong. Bener enggak ada Sandiaga? Ahok apa Aceng nih yang bener?” kata Nachrowi saat membuka acara bertajuk “Diskusi Rakyat Jakarta: Kriteria Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta”, di Kantor DPC Partai Demokrat Jakarta Utara, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/3/2016).

Baca:   Cahaya Fajar Ahok Tambah Terang di Kasus Sumber Waras

Selain itu, beberapa kriteria yang ia sebut akan jadi pertimbangan adalah pemahaman soal sistem pemerintahan, berpengalaman dalam organisasi, dan berkemampuan finansial. Khusus yang terakhir, Nachrowi menyebut, nantinya Partai Demokrat akan melihat penghasilan calon yang akan diusung. “Gajinya berapa, kalau gaji cuma dua tiaw (juta) gimana mau jadi gubernur karena ntar pegang duit Rp 72 triliun. Kalau gaji cuma Rp 5 juta, ntar habis duitnya,” ujar dia.

Baca:   Gaji Lurah di DKI Jakarta Bisa Mencapai Rp 33 Juta Perbulan

“Calon gubernur kan harus menjual visi dan misinya ke masyarakat. Pemilih aja sekarang ada berapa? Tujuh juta masyarakat. Jelasin visi dan misi kan enggak gratis. Aqua aja perlu berapa?” kata mantan calon wakil gubernur ini. Terakhir, Nachrowi menyebut, kriteria yang akan jadi pertimbangan bagi Partai Demokrat adalah kesehatan, tidak hanya fisik, tetapi juga mental.

“Jangan sampai nanti dia sakit-sakitan. Dua hari ngantor, tiga hari di rumah sakit. Kan kasihan rakyat. Terus, jangan sampai dia kena narkoba,” kata Nachrowi.