Negara ini legalkan kawin kontrak antara turis dan wanita lokal

wanita-mesir

Baru-baru ini pemerintah Mesir meluncurkan aturan baru terkait aturan kawin kontrak antara turis asing dengan warga negaranya. Dalam beleid yang diluncurkan tersebut, kawin kontrak akan difasilitasi negara. Selain itu, dalam beleid itu juga ditentukan besarnya uang mahar yang akan diberikan oleh turis asing kepada wanita lokal yang ingin dinikahinya. Menurut laman Merdeka, turis lelaki yang ingin menikahi gadis 25 tahun lebih muda, wajib tabungan 50 Ribu Pound Mesir (setara Rp 88,1 juta).

Tujuan beleid itu, kata pemerintah pusat di Kairo, supaya setidaknya wanita Mesir mendapat keuntungan finansial memadai saat dikawin kontrak. Selama ini, tidak ada jaminan bahwa wanita bersedia dikawin kontrak mendapat kompensasi memadai dari turis yang menikahi mereka. “Sehingga hak-hak para perempuan ini tetap terjaga kendati mereka dicerai setelah turis itu selesai liburan di negara kita,” kata salah satu pejabat di Kementerian Sosial Mesir.

Baca:   Protes Penculikan Yang Dilakukan Boko Haram, Irina Shayk Telanjang Dada

Aktivis perempuan, Nehad Abul Qomsan, mengecam kebijakan pemerintah Mesir mendukung praktik kawin kontrak. Dalam kenyataan selama ini, tradisi itu lebih menyerupai perdagangan manusia. Pada era 1970-an, Mesir melarang sepenuhnya orang asing menikahi sementara perempuan warga negaranya. Tapi, mulai 1993 atas desakan Ikhwanul Muslimin dan kalangan Islamis lainnya, pria asal luar negeri maupun turis diizinkan menikahi wanita berusia muda, asal menyediakan mahar 25 ribu Pound Mesir.

Seiring waktu, aturan itu bukannya direvisi menjadi lebih ketat, melainkan hanya ditingkatkan saja jumlah maharnya. “Artinya aturan soal kawin kontrak ini justru semakin bobrok di pemerintahan sekarang. Jelas-jelas itu semua adalah upaya legalisasi prostitusi,” kata Qomsan. Anggota parlemen Mesir, Amna Nossier, menyatakan mengizinkan kawin kontrak tidak akan menyelesaikan masalah.

Baca:   Turis Mandi Berbikini di Pancuran Air Berumur 400 Tahun, Begini Jadinya

Dalam banyak kasus, wanita yang diajak kawin kontrak sudah melakukannya sebelum memasuki usia 18, batas minimal warga Mesir boleh menikah. Ada juga kasus yang mana perempuan dinikah cerai tiga kali dalam satu bulan, demi menghindari mahar tinggi. “Wajib ada aturan hukum yang menghukum para ayah penjual anak gadis mereka kepada turis atau orang asing demi kawin kontrak,” kata Nossier.