Ngeri! Bangun Tengah Malam, Pria Ini Temukan Ratusan Ular Dalam Rumahnya

ular dalam rumah

Tak terbayangkan jika Anda sedang tidur, lalu pada tengah malam hari Anda menemukan ular sudah berada di kamar Anda. Pastinya Anda akan berteriak hsiteris dan mungkin akan langsung mengambil langkah seribu alias lari tanpa pikir panjang. Faktanya, ilustrasi diatas memang benar adanya, dimana seorang pria di India seperti bangun dari mimpi. Bagaimana tidak, saat bangun tengah malam, di dalam rumahnya sudah penuh dengan ratusan ular.

Baca:   Bu Guru sibuk kuda-kudaan dengan Pak Kades di siang bolong, siswa terlantar

Alhasil, keluarga pria itu terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah lebih dari 150 ular berkeliaran di dalam rumah sambil tak henti-hentinya mendesis. Jitendra Mishra, nama pria itu adalah seorang pensiunan petugas kehutanan. Malam itu ia tidur nyenyak bersama keluarganya di kediaman mereka di distrik Lakhimpur, negara bagian Uttar Pradesh, India. Namun, Jitendra terbangun pada tengah malam setelah merasa mendengar suara aneh di dalam rumahnya. Dia kemudian menyalakan lampu, dan melihat dua ular melingkar di sudut kamarnya.

Baca:   20 Tahun Kaki Pemuda Ini Membusuk Akibat Digigit Ular

Saat Jitendra berusaha mengusir kedua ular itu, dia malah menemukan lebih dari 100 hewan melata itu berkeliaran di lantai kediamannya. Akhirnya, Jitendra membangunkan keluarganya, dan mereka mengungsi ke kediaman tetangganya yang kemudian memberi tahu warga lainnya. Lalu, secara bersama-sama, warga mengusir ratusan ular itu dari rumah Jitendra dan menggiring mereka kembali ke dalam hutan. Ternyata, ular-ular itu awalnya berada di ruang bawah tanah kediaman Jitendra. Lalu, hewan melata itu menemukan jalan masuk ke dalam rumah.

Baca:   Mengerikan, iPhone 6 tiba-tiba terbakar diatas pesawat

“Banyak hal yang bisa memicu insiden ini, salah satunya adalah masa kawin ular-ular itu,” kata juru bicara Kementerian Kehutanan, Sanjay Biswal, dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/5/2016). “Ular cenderung mencari tempat yang dianggap aman untuk kawin. Namun, kami akan menyelidiki masalah ini lebih lanjut,” tambah Biswal.

loading...