Nikmatnya Jadi PNS di Jakarta Semenjak dipimpin Ahok, Tapi…

PNS DKI Jakarta

Dimata PNS DKI, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama boleh saja galak. Hal itu diketahui dari sering marah-marah dan juga mencopot jabatan pegawai negeri sipil yang dianggap bandel atau kerjanya tidak maksimal. Selain itu, Ahok juga tidak segan-segan memotong tunjangan kinerja daerah atau TKD untuk PNS yang malas-malasan melayani masyarakat.

Baca:   Sindir Menko Rizal, Ahok: Eh Jangan Lupa Ya Gubernur DKI Setara Menteri

Namun di balik kegalakannya, Ahok ternyata memanjakan PNS DKI Jakarta. Nikmatnya menjadi PNS di Ibukota dapat dilihat dari jumlah gaji dan tunjangan yang dapat diterima PNS setiap bulannya. Untuk PNS staf biasa saja dapat mengantongkan uang sebesar Rp 10 juta. Untuk tingkat lurah Rp 30 juta. Bagaimana dengan kepala dinas dan wali kota? Mereka dapat mengantongi Rp 100 juta setiap bulannya.

Baca:   Misteri hilangnya celana Jessica Wongso, teman minum kopi Wayan Mirna

Ramadan kali ini, Ahok kembali memanjakan PNS Pemprov DKI. Selama bulan puasa, dia mempersilakan para PNS untuk pulang lebih awal yakni pukul 14.00 WIB. Alasannya, agar para pegawai dapat menikmati berbuka puasa bersama keluarga. “Datang tepat, pulang juga harus tepat jam 2 dong,” ujar salah satu PNS yang enggan disebut namanya, dikutp Liputan6.com, Selasa (7/6/2016).

Baca:   Dukung lokalisasi, Ahok: Saya tidak pernah bilang ada penggusuran Alexis

Namun, para PNS tersebut mau tidak mau harus masuk kerja lebih dulu, yaitu pukul 07.00 WIB setiap hari selama bulan puasa. “Ya kalau telat kan ada sanksi kena potong TKD,” kata Ahok.

loading...