Oh Seperti Itu! Ternyata Nama ‘Mukidi’ diambil Dari Film Ini, Seperti Ini Kisahnya

mukidi asli

Bagi Anda yang suka bermain media sosial atau rajin membaca perkembangan dunia maya, Anda pasti sudah tahu soal humor Mukidi. Ya, dalam beberapa hari belakangan ini, humor Mukidi memang jadi trending topic. Pertanyaan kemudian muncul, siapa sosok yang membuat humor Mukidi?

Ada begitu banyak nama Mukidi di media sosial, sehingga sulit menebak siapa Mukidi sebenanrya. Ada Mukidi si pemilik pengusaha kopi, ada juga Mukidi yang berprofesi sebagai polisi, bahkan ada Mukidi sang petani Desa. Lalu, benarkah sosok Mukidi hanya diada-adakan seperti karakter Si Unyil ciptaan Pak Raden (alm)?

Baca:   Pria Ini Jadi Korban Kecelakaan, Dokter Pindahkan Hidungnya ke Dahi, Begini Bentuknya Sekarang

Nama dan karakter Mukidi ternyata diciptakan oleh Soetantyo Moechlas, pensiunan product manager perusahaan farmasi. Nama Mukidi diambil dari salah satu adegan dalam film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Penciptaan karakter Mukidi sebenarnya sudah lama, sekitar tahun 90-an.

Saat itu Pak Yoyo, sapaan Soetantyo, sering mengirim cerita lucu ke program Ida Krisna Show di Radio Prambors. Nah, Mukidi adalah karakter dalam banyolan tersebut. “Iseng saja pakai nama itu. Saya inget kata-kata yang diucapkan Dono (Warkop), Mukidi,” kata Soetantyo saat dihubungi Jawa Pos.

Baca:   Wanita Ini Meraup Keuntungan dari Hobinya Menguji Alat Bantu Seks

Dikisahkan Mukidi berasal dari Cilacap. Dia orang biasa dan mudah akrab dengan siapa saja. Mukidi punya karir biasa-biasa saja. Dia punya istri bernama Markonah serta dua anak, Mukirin dan Mukiran. Juga sahabat bernama Wakijan. Kisah Mukidi telah dibukukan Pak Yoyo pada 2010. Dia menerbitkan secara independen 40–50 ribu eksemplar.

“Sekarang sudah habis, belum cetak ulang. Takitungitung, mahal,” ujarnya dengan logat Jawa yang kental.

Pak Yoyo sebenarnya tak berniat mengomersialkan banyolannya. Dia rutin membuat cerita lucu sebagai pemanis saat presentasi. “Saat menjadi product manager, saya banyak mempresentasikan obat. Sebagai ice breaker, saya selipkan banyolan,” jelasnya.

Baca:   Edan! Artis Cantik Ini Beli Tiket Pesawat Rp 3,6 Miliar Buat Anjing Peliharaannya

Kisah-kisah Mukidi rutin dibagi ke media internal di perusahaan tempat Pak Yoyo bekerja. Selama ini orang banyak mengenal Pak Yoyo sebagai Mukidi. “Kalau di kantor, masjid, atau pertemuan keluarga, saya ya dipanggilnya Pak Mukidi,” ujar pria kelahiran 7 Februari 1954 itu.

Produktivitas Pak Yoyo membuat banyolan tak berhenti meskipun dirinya belum berniat membuat buku lagi. Sebagai gantinya, dia kerap membagi karya-karyanya lewat media sosial. “Saya lebih sering update di Facebook. Soalnya lupa password blog itu,” kelakarnya.

loading...