Oh! Ternyata Ini Fungsi Penting dari Ujung Lain dari Tusuk Gigi, Kamu Mau Tahu?

tusuk-gigi

Ujung lain dari tusuk gigi yang tidak runcing ternyata punya fungsi yang tidak kalah penting dibandingkan dengan ujung yang runcing. Tusuk sendiri gigi adalah sebatang kayu atau plastik yang digunakan untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dari gigi, biasanya setelah makan. Tusuk gigi biasanya mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi.

Itu berfungsi untuk membersihkan semua makanan yang menyangkut di sela-sela gigi. Tusuk gigi kerap kali ditemukan di setiap tempat makan, pun dengan di rumah. Kayu berukuran kecil yang memiliki ujung runcing ini menjadi bagian penting bagi sejumlah besar orang. Sisa makanan yang berada di sela-sela gigi manusia akan sangat menganggu. Tusuk gigi menjadi solusi jitu untuk persoalan itu.

Seorang penulis buku mengenai tusuk gigi, Henry Petroski menyebutkan bahwa alur yang ada di ujung lain tusuk gigi memiliki fungsi tersendiri. Walaupun memang sebagian besar dari kita hanya memanfaatkan ujung yang runcing saja. Padahal, ujung lain yang tumpul dan memilik sebuah ukiran itu juga memiliki fungsi yang tak kalah penting.

Menurutnya, di beberapa negara lebih memilih untuk membuat desain yang berbeda dan bukan hanya berbahan kayu. Seperti halnya di Jepang dan Portugal. Di negara itu, sengaja dibuat tusuk gigi dengan ukiran seperti ini dan bahannya pun bukan dari kayu melainkan dari logam. Bahkan menurutnya, di zaman Roma Kuno, Kaisar Nero sudah menggunakan tusuk gigi yang terbuat dari perak.

Baca:   Unik! Foto Taman Penis di Korea Selatan

Walaupun bahannya berbeda, tetapi tusuk gigi ini memiliki ukiran di ujung lainnya. Apa fungsi ukiran ini ? Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, ujung dari tusuk gigi ini memiliki fungsi untuk menghindari ujung runcing dari kotoran. Caranya yakni dengan dipatahkan. Kemudia, ujung tusuk gigi yang runcing di letakkan di atasnya. Dengan begitu, tusuk gigi yang sudah dipakai tidak akan ternodai oleh kotoran di atas meja atau kursi.

Sejarah Tusuk gigi

Dikutip dari Wikipedia tusuk gigi telah ada selama ribuan tahun, mungkin sebagai alat tertua untuk membersihkan gigi.Tusuk gigi dikenal di semua budaya. Sebelum sikat gigi diciptakan, orang membersihkan giginya dengan kayu pembersih gigi yang keras maupun lembut. Tusuk gigi yang terbuat dari perunggu telah ditemukan di antara barang-barang yang dikuburkan dalam makam-makam pra-sejarah di Italia Utara dan di Alpen Timur.

Baca:   Inilah Cabe-Cabean Yang Dijamin Membuat Anda Bergairah dan Terasa Hot, Penasaran?

Tusuk gigi juga dikenal luas di Mesopotamia. Konon sang tiran Agatokles dibunuh pada 289 SM melalui racun yang bekerja lambat, yang ditaruh oleh seorang budak kesayangannya pada sebatang tususk gigi. Ada contoh-contoh tusuk gigi yang artistik dan halus dari bahan perak di zaman kuno, atau dari kayu mastis di kalangan bangsa Romawi.

Pada abad ke-17 tusuk gigi dianggap barang mewah yang setara dengan perhiasan permata. Mereka dibuat dari logam mulia dan dihiasi dengan batu-batu berharga. Seringkali mereka dibuat secara artistik dan dilapisi email. Kini, dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi modern, penggunaan tusuk gigi agak ditolak, dan alat-alat bantu lainnya seperti benang gigi dan sikat gigi lebih disukai.

Namun karena terobosan mutakhir dalam teknologi rasa, tusuk gigi tetap populer di kalangan banyak orang. Negara bagian Maine di Amerika Serikat adalah produsen utama tusuk gigi. Di Korea Selatan, untuk mendorong orang agar lebih ramah lingkungan, beberapa perusahaan menciptakan tusuk gigi yang dapat dimakan. Tusuk gigi ini dibuat dari ubi jalar, tampak jernih dan melunak perlahan-lahan apabila terkena air panas.