Panen Gagal, Petani Jual Anak Untuk Bayar Utang dan Biaya Hidup

petani

Seorang petani bernama Lal Singh yang berasal dari desa Mohanpura, India, harus menjual dua anaknya untuk membayar utang setelah hujan lebat dan badai menghancurkan tanaman yang susah payah dia rawat. Hal itu ia lakukan karena sudah putus asa setelah panen yang diharapakan untuk membayar utang tidak menuai hasil seperti yang ia harapkan. Singh menjual anaknya pada bulan Agustus tahun 2014 silam karena ia sudah tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan keuangan keluarga.

Dia mendapatkan sekitar Rp6 juta (sekitar 500 dolar AS) untuk dua anaknya laki-lakinya itu. “Saya tidak bisa membayar utang dan perlu modal untuk kembali bertani,” kata Singh saat diwawancara di Mohanpuram, negara bagian Madhya Pradesh, India, dikutip dari Suara.com. Dia mengaku memutuskan menjual anaknya meski mengetahui bahwa “anaknya beresiko dipaksa bekerja dalam kondisi yang kejam.

Baca:   5 Tips Paling Ampuh Mengelola Keuangan Keluarga

Pejabat pemerintahan setempat mengatakan bahwa kegagalan panen akibat cuaca ekstrem telah membuat sejumlah keluarga di Madhya Pradesh mengalami kesulitan finansial. Beberapa di antara mereka melakukan bunuh diri sementara yang lain menjual anak. Pada April, pemerintah setempat berhasil menyelamatkan lima anak yang dipaksa untuk bekerja. Dua anak Singh, Sumit (12) dan Amit (11) yang dijual pada Agustus lalu berada di antara mereka yang berhasil diselamatkan.

Kelima anak itu melarikan diri dari tempat mereka bekerja namun takut untuk pulang karena khawatir akan reaksi orang tuanya. Orang yang mempekerjakan mereka telah ditahan dengan tuduhan pengurungan anak. Menurut keterangan pejabat daerah setingkat kabupaten Harda, Rajnish Shrivastava, masih banyak petani-petani lain yang menukar anaknya dengan sejumlah uang. “Kami tidak dapat membiarkan anak-anak diperjual-belikan sedemikian rupa,” kata dia. Baca juga [9 Wanita Pembunuh Berantai Paling Sadis Sepanjang Masa]

Baca:   Daftar 19 Orang Kaya di Indonesia Versi Forbes 2014

Bunuh Diri Di sisi lain, jalan keluar lain bagi petani India yang gagal panen selain menjual anak adalah dengan bunuh diri. Angka bunuh diri di kalangan petani di India baru-baru ini naik tajam. Sekitar 40 petani tercatat melakukan tindakan tersebut di Madhya Pradesh pada periode Februari sampai Mei 2015. Menurut data pemerintah, Madhya Pradesh adalah daerah paling parah terkena musibah gagal panen. Lebih dari 570.000 hektar rabi–gandum dan tanaman lain yang ditabur pada musim dingin dan dipanen pada musim semi–rusak karena hujan lebat dan badai.

Baca:   Wanita Ini Meraup Keuntungan dari Hobinya Menguji Alat Bantu Seks

Keadaan serupa menimpa sejumlah negara bagian lain seperti Maharashtra, Rajasthan, dan Punjab, demikian keterangan aktivis lembaga Right to Food, Sachin Jain. Pemerintahan di negara-negara bagian tersebut mengaku telah membantu para petani. Namun para aktivis mengatakan bahwa proses distribusi bantuan tersebut memakan waktu terlalu lama. Jain sendiri mengatakan bahwa korupsi di sejumlah wilayah menyebabkan bagian untuk petani menjadi semakin kecil.

“Lebih dari itu, jumlah kompensasi yang diterima petani jauh dari cukup untuk membayar hutang-hutang mereka,” kata dia. Baca juga [Rugi Melulu, Jumlah Petani Berkurang 500.000 per Tahun]

loading...