Parah! Guru SMK Perkosa Siswi di Ruang OSIS Hingga ‘Anunya’ Berdarah

pencabulan

Kasus pemerkosaan kembali terjadi, kali ini menimpa siswi SMK di Serang, Banten, yang dilakukan oleh gurunya sendiri. Parahnya, kejadian pencabulan tersebut berlangsung di dalam ruangan OSIS yang berada dalam lingkungan sekolah. Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino membeberkan kronologi guru SMK perkosa siswinya di ruang OSIS di Serang tersebut.

Menurut Arrizal, pemerkosaan itu bermula ketika korban berinisial NS (16) sedang mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya. Pada saat itu, pelaku berinisial NB (37) meminta korban agar tidak pulang dan menunggu di ruangan OSIS, Sabtu (21/5/2016) sekitar pukul 21.30 WIB. Korban manut. Ia mengikuti perintah pelaku karena takut diberikan nilai buruk.

Baca:   Soal korupsi M Sanusi, Ahok: Sudah ambil duit enggak usah ribut, kalau banyak yang masuk penjara bagus

Tak berselang lama, pelaku datang dan masuk ke dalam ruang OSIS. Pelaku lantas mengunci pintu ruangan. Melihat gelagat tidak baik dari pelaku, korban berusaha menolak dan meminta agar segera pulang. Namun pelaku menolak. Pelaku justru mengajak korban berhubungan badan di ruang OSIS. Korban pun menolak. Hal itu membuat pelaku marah dan mencekik korban.

Baca:   Tebus Dosa, Ibu Ini Rela Serahkan Putri Kecilnya Layani Nafsu Bejat Pria Tua

Akhirnya korban pasrah diperkosa guru bejat di ruang OSIS. Setelah perkosaan tersebut, alat vital korban mengalami pendarahan. “Pemerkosaan tersebut terjadi pada Sabtu (21/5/2016). Saat kondisi sepi dan ruangan juga telah dikondisikan oleh si pelaku. Jadi ini sudah ada niatan dari pelaku untuk memperkosa korban,” ujar Arrizal kepada wartawan di Polres Serang, Rabu (25/5/2016).

Setelah puas memperkosa siswinya, pelaku memfoto korban dalam kondisi telanjang. Foto bugil itu akan dijadikan sebagai senjata pamungkas membuat korban tutup mulut, demikian dilansir laman Pojoksatu.id, Kamis (26/5/2016).

Baca:   5 Negara Dengan Tingkat Pemerkosaan Paling Tinggi di Dunia

Pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugil itu jika korban melaporkan pemerkosaan yang dialaminya kepada orang tuanya maupun polisi. Namun, ancaman pelaku tak membuat korban takut. Korban tetap melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Selanjutnya, korban ditemani orangtuanya melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Kalau cerita ke orang tua, foto telanjang itu akan disebar, dan tak segan akan mengeluarkan dari sekolah,” tandas Arrizal.

loading...