Parfum, lilin aromaterapi, deodoran, dan semprotan pembunuh nyamuk jadi pencabut nyawa anak-anak di Inggris

lilin-pengharum-ruangan

Sebagai orang tua, Anda mesti lebih waspada lagi dalam menggunakan pengharum ruangan, lilin aromaterapi, deodoran, dan semprotan pembunuh nyamuk. Selama ini, tidak banyak yang tahu mengenai risiko yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan-bahan tersebut. Selama ini kita hanya fokus pada bahaya pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor dan asap pabrik. Namun, sebuah data menyebut 40 ribu kematian per tahun di Inggris telah dikaitkan dengan efek polusi udara di luar dan di dalam rumah.

Oleh karena itu, Royal College of Physicians dan Royal College of Paediatrics and Child Health mengimbau agar para orangtua menghentikan kebiasaan menggunakan semua itu. Penggunaan bahan kimia berupa Volatile Organic Compounds (VOCs) di sebotol semprotan mudah sekali menguap ke udara. Sedangkan di lilin aroma terapi, VOCs dipakai untuk memberikan aroma jeruk lemon. Ketika bahan kimia itu terhirup penghuni rumah, VOCs berubah menjadi formaldehida, karsinogen yang membuat mata perih, iritasi kulit, dan mual.

Di waktu yang sama, furniture, kain korden, dan perabotan dapat memancarkan uap formaldehida yang menyebabkan iritasi pada paru-paru. Belum lagi jika VOCs bercampur dengan tungau (debu dalam rumah), jamur, dan bulu binatang, dapat membahayakan kesehatan manusia sebab berisiko besar menjadi kanker.

“Kami sekarang tahu polusi udara memiliki dampak besar pada banyak kondisi kronis jangka panjang, meningkatkan stroke, dan serangan jantung pada individu yang memang rentan. Kita juga tahu, polusi udara yang buruk mempengaruhi perkembangan janin, termasuk kesehatan paru-paru,” kata pemilik laporan itu, Profesor Stephen Holgate, seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (22/2/2016). Profesor Paediatric Respiratory and Environmental Medicine di Queen Mary University, London, Jonathan Grigg, meminta pemerintah memantau paparan polusi udara untuk membantu mengidentifikasi anak-anak dan orang usia muda yang paling berisiko.

“Ada bukti jelas yang menunjukkan paparan jangka panjang terhadap polusi udara memiliki beragam efek samping di masa kanak-kanak. Paparan selama awal kehidupan menyebabkan anak berisiko asma,” ujar Jonathan.

loading...